Minggu, 17 Mei 2015
Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi
21.46 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi
KONSEPSI
ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional
melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang
serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan
Pancasila, UUD 45 dan Wasantara. Kesejahteraan adalah kemampuan bangsa dalam
menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya
kemakmuran yang adil dan merata rohani dan jasmani. Keamanan adalah kemampuan bangsa
Indonesia melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun
dari dalam. Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga
negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda
perekonomian dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa.
Dalam perekonomian
Indonesia tidak dikenal monopoli dan monopsoni baik oleh pemerintah/swasta.
Secara makro sistem perekonomian Indonesia dapat disebut sebagai sistem
perekonomian kerakyatan. Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi
kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas
ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi
nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemampuan rakyat. Era Global
saat ini, Indonesia menghadapi dua kondisi yang kurang menguntungkan. Pertama,
dinamika lingkungan yang cepat berubah dan cenderung menggelombang (turbulent).
Kedua, intensitas persaingan yang semakin keras dan tajam. Menghadapi hal ini,
konsep ketahanan nasional yang ada wajib terus dievaluasi.
Fenomena Globalisasi Ekonomi Nasional:
Dinamika lingkungan yang dipelopori oleh perubahan teknologi, telah membawa implikasi perubahan yang sangat cepat terutama di bidang ekonomi. Kemudahan yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi memang telah meningkatkan kesejahteraan umat manusia, namun di sisi lain dapat memberikan ancaman yang cukup serius apabila perkembangan teknologi tersebut tidak merata.
Dinamika lingkungan yang dipelopori oleh perubahan teknologi, telah membawa implikasi perubahan yang sangat cepat terutama di bidang ekonomi. Kemudahan yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi memang telah meningkatkan kesejahteraan umat manusia, namun di sisi lain dapat memberikan ancaman yang cukup serius apabila perkembangan teknologi tersebut tidak merata.
Pengaruh ketahanan nasional dalam bidang ekonomi
Pepatah mengatakan, “perut kenyang maka damailah hati”. Maka
dari itu aspek ekonomi ini sangat berkaitan erat dengan pemuasan kebutuhan
konsumsi masyarakat luas. meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang
dan jasa. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu
maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat
untuk memenuhi kebutuhan. Sistem perekonomian yang diterapkan oleh suatu negara
akan memberi corak terhadap kehidupan perekonomian negara yang bersangkutan.
Pembangunan ekonomi diarahkan kepada mantapnya ketahanan ekonomi
melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan
dan teknologi, tersedianya barang dan jasa, terpeliharanya fungsi lingkungan
hidup serta meningkatkan daya saing dalam lingkup persaingan global. Sistem
perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai hak
dan kewajiban yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan untuk
mensejahterakan bangsa. Dan secara sistem makro atau keseluruhan maka sistem
ekonomi di Indonesia dinamakan sistim ekonomi kerakyatan.
Aspek dalam kehidupan Nasional yang berintegrasi, berisi
keuletan dan ketangguhan, yang banyak mengandung kemampuan dalam mengembangkan
kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala problema dan
ancaman-ancaman (gangguan) baik yang datang dari dalam maupun dari luar, secara
langsung maupun tidak langsung.
Ketahana Nasional dalam bidang Ekonomi itu sendiri dapat tercermin dalam berbagai kondisi kehidupan pereknomian bangsa yang mana dalam bangsa tersebut dapat memelihara kemandirian Ekonomi Nasional.
Ketahana Nasional dalam bidang Ekonomi itu sendiri dapat tercermin dalam berbagai kondisi kehidupan pereknomian bangsa yang mana dalam bangsa tersebut dapat memelihara kemandirian Ekonomi Nasional.
Dalam pencapaian tingkat
ketahanan Ekonomi yang diinginkan pun banyak memerlukan pembinaan, diantaranya
seperti :
• Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan sistem free fight liberalism, etatisme dan monopolistis.
• Pembangunan ekonomi memotivasi serta mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
• Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
• Pemerataan pembangunan dan pemanfaataan hasil-hasilnya senantiasa memperhatikan keseimbangan antar sektor dan antar wilayah.
• Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keterpaduan antar sektor pertanian, industri serta jasa.
• Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan sistem free fight liberalism, etatisme dan monopolistis.
• Pembangunan ekonomi memotivasi serta mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
• Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
• Pemerataan pembangunan dan pemanfaataan hasil-hasilnya senantiasa memperhatikan keseimbangan antar sektor dan antar wilayah.
• Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keterpaduan antar sektor pertanian, industri serta jasa.
Dampak dari pengaruh ketahanan nasional dalam bidang Ekonomi itu
pun banyak mengundang pertanyaan dari berbagai kalangan masyrakat. Misalnya
Naiknya harga BBM, dimana Pemerintah merencanakan akan menaikkan harga BBM pada
tanggal 1 April 2012, yang banyak membuat masyarakat semakin merasa resah atas
keputusan tersebut, unjuk rasa dan protes pun banyak dilakukan.
Kebanyakan unjuk rasa tersebut dilakukan dari kalangan menengah bawah dan masyarakat tidak mampu seperti buruh,petani,nelayan pedagang hingga mahasiwa. Mereka menuturkan bahwa pihak yang paling menderita dengan kenaikan harga BBM ini adalah rakyat kecil karena kemampuan memenuhi kebutuhan hidup akan semakin sulit.
Kebanyakan unjuk rasa tersebut dilakukan dari kalangan menengah bawah dan masyarakat tidak mampu seperti buruh,petani,nelayan pedagang hingga mahasiwa. Mereka menuturkan bahwa pihak yang paling menderita dengan kenaikan harga BBM ini adalah rakyat kecil karena kemampuan memenuhi kebutuhan hidup akan semakin sulit.
Ekonomi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi suatu Negara, ekonomi tidak
kalah pentingnya dengan kelangsungan hidup suatu Negara itu sendiri. Negara
dapat dikatakan sebagai Negara maju jika perekonomian Negara tersebut baik,
dalam pengertian bahwa kegiatan produksi dalam perekonomian yang melibatkan
beberapa faktor seperti tenaga kerja, modal, teknologi, sumber daya alam, dan
manajemenpun juga baik.
Bagi ketahanan nasional, aspek ekonomi juga merupakan hal yang
sangat penting karena dengan ekonomi yang stabil akan perpengaruh positif
terhadap ketahanan nasional suatu Negara. Perekonomian merupakan salah satu
aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi
masyarakat, meliputi produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa.
Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun
kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan. Oleh karena itulah aspek ekonomi sangat berpengaruh karena terlibat
langsung dengan masyarakat. Sebagai contoh adalah ketahanan nasional dalam
bidang pangan. Dengan ekonomi yang baik tentu saja suatu Negara tidak akan
kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan warga negaranya. Kelaparan tidak akan
terjadi dan kemiskinan perlahan dapat berkurang. Selain itu suatu Negara akan
sangat mudah menerapkan suatu teknologi baru terhadap sistem pertanian mereka
jika Negara tersebut sehat perekonomiannya.
Aspek lain yang juga terpengaruh jika suatu Negara mempunyai
perekonomian yang baik adalah aspek pendidikan. Honor guru akan pantas sehingga
kinerjanya meningkat yang berakibat pendidikan di Indonesia juga meningkat.
Taraf kecerdasan masyarakat Indonesia akan meningkat yang berarti bahwa SDMnya
pun akan baik. Jika suatu Negara mempunyai SDM yang baik tentu ketahanan
nasionalnya akan kuat. Lapangan pekerjaan akan bertambah sehingga
pengangguranpun berkurang.
Pertahanan juga merupakan aspek yang tidak kalah penting bagi
ketahanan nasional. Bagi negera-negara di dunia, aspek ini merupakan yang
banyak menyedot anggaran Negara karena begitu pentingnya. Pembelian alutsista
misalnya, merupakan cara bagi suatu Negara memperkuat pertahanan mereka. Tidak
bisa dipungkiri bagi Indonesia yang merupakan Negara kepulauan sangat rentan
terhadap serangan-serangan yang mengancam kesatuan NKRI. Oleh karena itulah
kekuatan pertahanan nasional sangat diperlukan. TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU
merupakan ujung tombak kita dalam menghalau kejadian yang tidak diinginkan.
Sehingga perlu perekonomian yang kuat dan stabil untuk bisa merealisasikannya.
Sumber : https://kewarganegaraanblog.wordpress.com/2013/11/23/ketahanan-nasional-di-bidang-ekonomi/
Ketahanan Nasional Indonesia
21.42 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Pengertian
& Arti Definisi Ketahanan Nasional Bangsa Negara indonesia
1. ketahanan nasional
Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu
suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan
ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,
hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara
langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas
serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya. Karena itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi serta ancaman yang akan dihadapi. Dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika pada ketahanan nasional.
Kata ketahanan nasional telah sering kita dengar disurat kabar atau sumber-sumber lainnya. Mungkin juga kita sudah memperoleh gambarannya.
Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.
Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.
Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya. Karena itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi serta ancaman yang akan dihadapi. Dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika pada ketahanan nasional.
Kata ketahanan nasional telah sering kita dengar disurat kabar atau sumber-sumber lainnya. Mungkin juga kita sudah memperoleh gambarannya.
Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.
Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.
2. ASAS-ASAS
KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Asas
Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang
tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri
dari :
1. Asas
Kesejahteraan dan Keamanan Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi
tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia8 yang mendasar dan
esensial, baik sebagai perorangan maupunkelompok dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan
asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada
padanya. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai
dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan.
Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan
kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada
kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan
nasional sebuah bangsa dan negara.
2. Asas
komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu Sistem kehidupan nasional
mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu
dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan
selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan
bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)
3. Asas
mawas ke dalam dan mawas ke luar Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan
segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping
itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan
sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat
positif maupun negatif.
Untuk
itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
a. Mawas
ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat,
sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai
kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan
kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet
dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap
isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
b. Mawas
ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat
mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak
lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling
interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin
kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan
nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar.
Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama
yang saling menguntungkan.
4. Asas
kekeluargaan
Asas
kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan,
gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus
dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak
berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.
Sumber : - https://khairulchaniago.wordpress.com/pengertian-arti-definisi-ketahanan-nasional-bangsa-negara-indonesia/
Sumber : -http://yourdreamisyourworld.blogspot.com/2010/11/ketahanan- nasional.html
Rangkuman Perang Dunia ke 2
21.12 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Perang dunia II
a. Sebab Umum
1). Adanya unjuk kekuatan senjata yang diciptakan oleh
beberapa negara dan perlombaan senjata antar negara-negara Eropa, seperti
Inggris menciptakanRoyal Air Force (Armada Udara) dan Jerman membuat kapal
tempur Bismarck dengan peluru kendali Vergeltung (pembalasan).
2). Adanya politik balas dendam (Revanche Idea) yang
dilakukan oleh negara Jerman.
3). Adanya politik mencari sekutu dengan munculnya blok
Sekutu dan blok Fasis.
4). Gagalnya Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam upaya
menciptakan perdamaian dunia.
5). Adanya politik ekspansi beberapa negara fasis (militer)
seperti:
(a). Jerman, dengan semboyan Jerman Raya(Lebensraum).
(b). Italia, dengan semboyan Italia Raya (Italia
Iradenta) atau (Italia la Prima).
(c). Jepang dengan semangat Hakko Ichi-u.
B. Sebab Khusus
1). Penyerbuan Jerman terhadap Polandia pada tanggal 11
September 1939.
2). Terjadi penyerbuan yang dilakukan Jepang terhadap
Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii pada
hari Minggu tanggal 7 Desember 1941.
Pihak yang Berperang
a) Kelompok negara-negara poros
terdiri atas negara Jerman, Italia, dan jepang.
b) Kelompok sekutu terdiri atas
negara Inggris, Prancis, Serikat, Belanda, Amerika, Denmark, dan
Norwegia.
Jalanya Perang
a) Di Eropa
Perang Dunia II di Eropa dimulai tanggal 1 September 1939
saat Jerman menyerbu atau menguasai (aneksasi) Pelabuhan Danzig (Polandia) yang
dianggap sebagai miliknya sebelum Perang Dunia I, Austria, dan daerah Sudeten
(Cekoslovakia). Agresi militer Jerman ini dipandang oleh semua pihak sebagai
tanda awal mula meletusnya Perang Dunia II di Eropa.
b) Di Afrika
Jerman yang telah berhasil menguasai balkan
berupaya untuk mengasuai Trusa Suez. Untuk Jerman memerintahkan Italia
Untuk menyerang Mesir dan Afrika Utara, tetapi tidak berhasil. Serangan yang ke
Afrika utara berhasil ditahan oleh Inggris.
c) Medan Pertempuran Asia
Fasifik
Perang Dunia II di medan Asia-Pasifik diawali oleh Jepang
dengan membom secara tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar Angkatan Laut
Amerika Serikat Pearl Harbour di Pasifik tanggal 7 Desember 1941. Lima jam
setelah penyerangan itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van
Starkenborg Stachouwer menyatakan perang terhadap Jepang. Jepang dalam waktu
singkat melakukan serbuan ke selatan yakni pada tanggal 8 Desember 1941
menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan Iba di Pulau Luzon Filipina.
Setelah berhasil menguasai dua tempat tersebut Jepang melanjutkan menduduki P.
Hainan, Hongkong, dan Bangkok. Hongkong merupakan pos terdepan bagi Inggris di
Asia. Pada tanggal 10 Desember
1941 Jepang menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina
dengan mendapat perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang dibantu sukarelawan
Filipina. Kemudian pada tanggal 16 Desember 1941 Jepang berhasil menduduki
Birma (Myanmar) dan akhirnya pada tanggal 20 Desember 1991 Jepang menduduki
Davao di Filipina.
1. Perjanjian Postdam, ditandatangani
oleh pihak sekutu dengan Jerman yang isinya antara lain:
1. Jerman dibagi 2 yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.
2. Ibu kota Berlin dibagi 2 yaitu Berlin barat dan Timur.
3. Wilayah Danzig menjadi bagian Polandia
2. Perjanjian San frasisco, yang
ditanda tangani oleh pihak sekutu dengan jepang yang isinya antara lain:
1.Kepulauan Jepang diperintah oleh tentara 2.pendudukan Amerika Serikat
3.Daerah hasil ekspansi Jepang dikembalikan- 4.Penjahat perang dihukum Jepang
harus membayar ganti kerugian perang
3. Perjanjian Paris, yang
ditandaangani pihak sekutu dan Italia, yang isinya antara lain:
·Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil Inggris
·Daerah Italia diperkecil
·Italia membayar kerugian perang
·Abesyenia dan Albania dimerdekakan kembali
·Trieste menjadi Negara merdeka di bawah PBB
c. Dampak Perang Dunia II
1. Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang Politik setelah Perang Dunia ke
2 berakhir seperti berikut :
o Amerika Serikat ( U.S.A ) dan Rusia
( Uni Soviet ) sebagai pemenang dalam Perang Dunia ke 2, tumbuh menjadi Negara
Raksasa ( Adikuasa ).
o Terjadinya perebutan pengaruh
antara Amerika Serikat ( Blok Barat ) dan UniSoviet ( Blok Timur ) yang
menimbulkan Perang Dingin.Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan
( Balance of Power Policy ), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.
o Nasionalisme di Asia berkobar dan
timbul negara merdeka seperti Indonesia ( 17 Agustus 1945 ), Filipina ( 4
July 1946 ), India dan Pakistan Dominion ( 15 Agustus 1947 ) dan India merdeka
Penuh ( 26 Januari 1950 ), Burma ( 4 Januari 1948 )dan Ceylon Dominion ( 4 Februari
1948 ).
o Munculnya Politik mencari kawan
atau aliansi yang di bentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya
NATO ( North Atlantic Trinity Organization ), SEATO ( South East Asia Treaty
Organization ), dan METO.
o Munculnya Politik memecah belah
Negara, misalnya :
6. Jerman dibagi menjadi
dua Negara yaitu, Jerman Barat ( Di kuasai Amerika Serikat dan Sekutunya ) dan
Jerman Timur ( di kuasai oleh Uni Soviet ).
7. Korea di bagi menjadi
dua Negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
8. Indo - Cina di bagi
menjadi tiga negara yaitu, Laos, Kamboja, dan Indo-Cina
9. India di bagi menjadi
dua Negara yaitu, India dan Pakistan.
2. Bidang Ekonomi
Perang Dunia 2 menghancurkan perekonomian negara - negara di
dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan
kreditur dari seluruh Dunia.
Untuk menanamkan pengaruhnya di Negara - Negara Eropa dan
yang lain, Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (
1947 ), Marshall Plan ( 1947 ), Point Truman dan Colombo Plan.
Program - program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya Komunisme.
3. Bidang Sosial
Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban
dari Perang Dunia ke 2 PBB membentuk URRA ( United Nations Rehabilitation
Administration ). Tugas URRA di antaranya sebagai berikut :
o Memberi makan kepada orang - orang
yang terlantar .
o Mendirikan Rumah Sakit.
o Mengurus pengungsi dan menyatukan
dengan keluarganya.
o Mengerjakan kembali tanah yang
rusak.
A. Pendudukan Jepang di Indonesia
(1942-1945)
1. Latar Belakang
Pendudukan militer Jepang di Indonesia dilatarbelakangi oleh
hal-hal berikut :
· Adanya pembaharuan politik Jepang dari menutup diri
menjadi imperialis
·Jepang bermaksud menjadikan Asia sebagai satu kesatuan di
bawah pimpinannya
·Jepang membutuhkan bahan mentah industri
·Jepang bermaksud membendung pengaruh imperialisme barat.
2. Tujuan Pendudukan Jepang :
·Menjadikan Indonesia sebagai pemasok bahan mentah industri
dan perang
·Menggalang kekuatan rakyat Indonesia dalam
membendungserangan sekutu
3. Cara dan Upaya Jepang dalam mengeksploitasi
Sumber Kekayaan Indonesia
Cara yang ditempuh oleh Jepang dalam mengeksploitasi sumber
kekayaan Indonesia yaitu dengan melakukan pemerahan sumber
alam dan pemerasan tenaga manusia.
a. Pemerahan sumber alam
·Pemerahan sumber alam dilakukan dengan cara-cara sebagai
berikut :
·Menyita harta peninggalan Belanda
·Monopoli penjualan hasil perkebunan
·Mengganti tanaman yang tidak berguna dengan tanaman
bahanmakanan
b. Pemerahan tenaga manusia
Pemerahan tenaga manusia dilakukan melalui cara-cara di
bawah ini :
·Kerja paksa (Romusha)
·Pembentukan organisasi semi militer diantaranya
Seinenda (barisan pemuda), Fujinkai (barisan wanita),
Keibodan (barisan pembantu polisi), Syuisintai (barisan pelopor) dan organisasi
militernya berupa Heiho (barisan pembantu prajurit Jepang), Peta (pembela tanah
air)
4. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang
a. Di Bidang Sosial :
·Kegelisahan dan kesengsaraan rakyat Indonesia yang bekerja
secara paksa (romusha)
·Kehidupan pedesaan semakin parah sehingga kesehatan tidak
terjamin, kelaparan, dan menimbulkan kematian.
b. Di bidang Ekonomi
·Terjadinya perampasan kekayaan rakyat sehingga rakyat
semakin miskin
·Produksi bahan makanan (beras) semakin merosot
·Sandang dan pangan semakin sulit untuk diperoleh
5. Bentuk-bentuk Perlawanan
Rakyat dan pergerakan Kebangsaan Indonesia di berbagai Daerah pada Masa
Pendudukan Jepang
Perjuangan para pemimpin dilakukan dengan beberapa cara
diantaranya dengan strategi kooperasi, gerakan bawah tanah (ilegal),
dan perlawanan bersenjata.
a. Perlawanan dengan strategi
kooperasi
Bentuk perjuangan dengan cara ini dilakukan dengan beberapa
cara melalui Putera, Jawa Hokokai, Majelis Islam A’la Indonesia MIAI, Cuo Sangi
In, BPUPKI, dan PPKI.
b. Perlawanan dengan strategi
gerakan bawah tanah
Bentuk perlawanan ini dilakukan oleh beberapa kelompok
diantaranya :
Kelompok Sutan Syahrir, Kelompok Kaigun, Kelompok Sukarni,
Kelompok Persatuan Mahasiswa, Kelompok Amir Syarifudin.
c. Perlawanan
bersenjata
Perlawanan ini dilakukan di berbagai derah di antaranya :
1) Perlawanan Cot Plieng (Aceh)
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Perlawanan
ini dilatarbelakani oleh sikap tentara Jepang yang ingin memaksakan kehendaknya
terhdap rakyat dengan sewenag-wenang
2) Perlawanan Rakyat singaparna (Tasikmalaya)
Perlawanan ini dipimpin oleh K. H. Zaenal mustafa.
Perlawanan ini dilatarbelakangi oleh paksaan Jepang untuk melakukan Seikirei,
yaitu upacara penghormatan kepada Kaisar Jepang yang dianggap dewa dengan cara
membungkukan badan ke arah timur laut (Tokyo). Cara ini dianggap oleh K.H.
Zaenal Mustafa sebagai tindakan musyrik.
3) Perlawanan Rakyat indramayu, Jawa Barat
Perlawanan ini dpimpin oleh H. Madriyas. Perlawanan ini
dilatarbelakangi oleh perilaku kekejaman Jepang untuk menyerahkan padi yang
sangat banyak
4) Perlawanan Peta di Blitar
Perlawanan ini dipimpin oleh Supriyadi. Perlawanan ini
dilatarbelakangi karena supriyadi tidak tahan melihat kesengsaraan rakyat yang
dipekerjakan sebagai romusha.
Perbatasan Wilayah Si indonesia
21.01 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Perbatasan indonesia–malaysia
Perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Asia
Tenggara mencakup perbatasan darat yang memisahkan kedua negara di Pulau
Kalimantan dan perbatasan maritim di sepanjang Selat Malaka, Laut
Cina Selatan, dan Laut Sulawesi
Perbatasan darat antara
Indonesia-Malaysia membentang sepanjang 2.019 km dari Tanjung Batu di
Kalimantan baratlaut, melewati dataran tinggi pedalaman Kalimantan, hingga ke
Teluk Sebatik dan Laut Sulawesi di sebelah timur Kalimantan.
Perbatasan ini memisahkan provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan
barat di Indonesia dengan negara bagian Sabah dan Sarawak di
Malaysia.
Perbatasan maritim di Selat
Malaka umumnya ditetapkan berdasarkan garis tengah antara dasar benua Indonesia
dan Malaysia, membentang ke arah selatan dari perbatasan Malaysia–Thailand hingga
ke titik pertemuan perbatasan Malaysia–Singapura. Sebagian perbatasan ini
ditetapkan melalui Perjanjian Perbatasan Landas Benua pada tahun 1969 dan
Perjanjian Perbatasan Wilayah Laut pada 1970. Perbatasanlandas benua antara
Indonesia dan Malaysia di Laut Cina Selatan juga ditarik di sepanjang garis
dasar benua antara kedua negara berdasarkan perjanjian 1969.
Perbatasan di Laut Sulawesi telah
menjadi subjek persengketaan antar kedua negara. Persengketaan tersebut
diselesaikan melalui putusan Mahkamah Internasional dalam kasus Sipadan dan Ligitan pada
tahun 2002. Meskipun demikian, kedua negara ini masih memiliki klaim yang
saling tumpang tindih sehubungan dengan perbatasan, misalnya Ambalat.
Terdapat sejumlah transportasi
laut yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia, sebagian besarnya antara
Sumatra dan Semenanjung Malaysia, dan sebagian kecil antaraKalimantan
Utara dan Sabah. Satu-satunya perlintasan darat yang menghubungkan
kedua negara ini terdapat di Entikong (Indonesia)/Tebedu (Malaysia). Perbatasan
Indonesia–Malaysia, baik darat atau laut, memiliki celah yang menyebabkan
masuknya sejumlah besar pekerja imigran ilegal dari Indonesia ke Malaysia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Perbatasan_Indonesia%E2%80%93Malaysia
http://id.wikipedia.org/wiki/Perbatasan_Indonesia%E2%80%93Malaysia
Minggu, 29 Maret 2015
06.10 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Pengaruh
Globalisasi di Bidang Manajemen
Manajemen adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan
organisasi dengan memanfaatkan fungsi-fungsi manajemen seperti merencanakan
(planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading) dan
mengendalikan (controlling).Dalam artian ekonomi globalisasi mendorong kemajuan
dalam international.
Ø Tantangan
Dalam Era Globalisasi
Permasalahan yang akan dihadapi
oleh manajer maupun manajemen Indonesia juga mengalami masalah
globalisasi,yaitu dengan adanya persaingan dengan perusahaan-perusahaan local
yang semakin kompetitif.Dan dengan munculnya produk-produk baru yang bisa
dating dari mana saja.Kemudian dengan munculnya teknologi informasi yang menyebabkan
lahirnya perusahaan-perusahaan digital,maka persaingan antar sesama perusahan
semakin ketat.
Ø Dalam
era globalisasi ini perusahaan harus menyiapkan SDM yang mampu mengatasi
pengaruh perkembangan bisnis atau ekonomi,perusahaan juga harus berusaha memiliki
SDM dengan kemampuan tinggi agar bisa ikut serta dalam bisnis nglobal atau
perdagangan bebas.
pendidikan kewarganegaraan
06.06 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Pengaruh
Globalisasi Terhadap Masyarakat
Globalisasi
adalah Suatu proses Tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas
wilayah. Sebagai suatu proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi
dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Dalam
prosesnya globalisasi dapat berdampak
banyak bagi kehidupan manusia yang bersifat positif dan bersifat negatif.
Ø Pengaruh
positif globalisasi terhadap masyarakat Indonesia.
1. Dilihat dari
aspek globalisasi politik, pemerintahan di jalankan secara terbuka dan
demokratis,karena pemerintahan adalah bagian dari suatu Negara.Tanggapan
positif tersebut berupa jati diri terhadap Negara menjadi meningkat dan
kepercayaan masyarakat akan mendukung
yang dilakukan oleh pemerintahan.
2. Dari aspek globalisasi
sosial budaya, kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja
yang tinggi dan disiplin serta iptek dari Negara lain yang sudah maju untuk
meningkatkan kedisplinan bangsa .
3. Dari aspek
globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan
kerja yang banyak dan meningkatkan devisa suatu Negara.
Ø Pengaruh
negatif organisasi terhadap masyarakat Indonesia
1. Aspek
politik, globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme
dapat membawa kemajuan dan kemakmuran.
2. Aspek
globalisasi ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena
banyaknya produk luar negeri membanjiri Indonesia. Maka hal ini akan
menghilangkan beberapa perusahaan kecil yang memang khusus memproduksi produk
dalam negeri.
3. Masyarakat
kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa
Indonesia dimana dilihat dari sopan santun mereka yang mulai kepada orangtua,
hidup metal, hidup bebas, dll.
4. Mengakibatkan
adanya perbedaan sosial, diantaranya seperti kaya dan miskin karena adanya
persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi.
5. Munculnya
sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian sesama warga.
Dampak
diatas akan perlahan-lahan mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia, akan tetapi
secara keseluruhan aspek dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa
menjadi kurang atau luntur. Marilah kita mengembalikan jati diri bangsa
Indonesia, terima globalisasi dengan rasa kritis dan banyak melakukan hal
positif dalam menggunakan globalisasi yang ada sekarang ini.
http://agungaw.wordpress.com/2010/03/01/pkn-minggu3/
Langganan:
Komentar (Atom)
Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi
0
Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi
KONSEPSI
ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional
melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang
serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan
Pancasila, UUD 45 dan Wasantara. Kesejahteraan adalah kemampuan bangsa dalam
menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya
kemakmuran yang adil dan merata rohani dan jasmani. Keamanan adalah kemampuan bangsa
Indonesia melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun
dari dalam. Sistem perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga
negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam menjalankan roda
perekonomian dengan tujuan untuk mensejahterakan bangsa.
Dalam perekonomian
Indonesia tidak dikenal monopoli dan monopsoni baik oleh pemerintah/swasta.
Secara makro sistem perekonomian Indonesia dapat disebut sebagai sistem
perekonomian kerakyatan. Wujud ketahanan ekonomi tercermin dalam kondisi
kehidupan perekonomian bangsa yang mengandung kemampuan memelihara stabilitas
ekonomi yang sehat dan dinamis serta kemampuan menciptakan kemandirian ekonomi
nasional dengan daya saing tinggi dan mewujudkan kemampuan rakyat. Era Global
saat ini, Indonesia menghadapi dua kondisi yang kurang menguntungkan. Pertama,
dinamika lingkungan yang cepat berubah dan cenderung menggelombang (turbulent).
Kedua, intensitas persaingan yang semakin keras dan tajam. Menghadapi hal ini,
konsep ketahanan nasional yang ada wajib terus dievaluasi.
Fenomena Globalisasi Ekonomi Nasional:
Dinamika lingkungan yang dipelopori oleh perubahan teknologi, telah membawa implikasi perubahan yang sangat cepat terutama di bidang ekonomi. Kemudahan yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi memang telah meningkatkan kesejahteraan umat manusia, namun di sisi lain dapat memberikan ancaman yang cukup serius apabila perkembangan teknologi tersebut tidak merata.
Dinamika lingkungan yang dipelopori oleh perubahan teknologi, telah membawa implikasi perubahan yang sangat cepat terutama di bidang ekonomi. Kemudahan yang dihasilkan oleh perkembangan teknologi memang telah meningkatkan kesejahteraan umat manusia, namun di sisi lain dapat memberikan ancaman yang cukup serius apabila perkembangan teknologi tersebut tidak merata.
Pengaruh ketahanan nasional dalam bidang ekonomi
Pepatah mengatakan, “perut kenyang maka damailah hati”. Maka
dari itu aspek ekonomi ini sangat berkaitan erat dengan pemuasan kebutuhan
konsumsi masyarakat luas. meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang
dan jasa. Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu
maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat
untuk memenuhi kebutuhan. Sistem perekonomian yang diterapkan oleh suatu negara
akan memberi corak terhadap kehidupan perekonomian negara yang bersangkutan.
Pembangunan ekonomi diarahkan kepada mantapnya ketahanan ekonomi
melalui terciptanya iklim usaha yang sehat serta pemanfaatan ilmu pengetahuan
dan teknologi, tersedianya barang dan jasa, terpeliharanya fungsi lingkungan
hidup serta meningkatkan daya saing dalam lingkup persaingan global. Sistem
perekonomian sebagai usaha bersama berarti setiap warga negara mempunyai hak
dan kewajiban yang sama dalam menjalankan roda perekonomian dengan tujuan untuk
mensejahterakan bangsa. Dan secara sistem makro atau keseluruhan maka sistem
ekonomi di Indonesia dinamakan sistim ekonomi kerakyatan.
Aspek dalam kehidupan Nasional yang berintegrasi, berisi
keuletan dan ketangguhan, yang banyak mengandung kemampuan dalam mengembangkan
kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala problema dan
ancaman-ancaman (gangguan) baik yang datang dari dalam maupun dari luar, secara
langsung maupun tidak langsung.
Ketahana Nasional dalam bidang Ekonomi itu sendiri dapat tercermin dalam berbagai kondisi kehidupan pereknomian bangsa yang mana dalam bangsa tersebut dapat memelihara kemandirian Ekonomi Nasional.
Ketahana Nasional dalam bidang Ekonomi itu sendiri dapat tercermin dalam berbagai kondisi kehidupan pereknomian bangsa yang mana dalam bangsa tersebut dapat memelihara kemandirian Ekonomi Nasional.
Dalam pencapaian tingkat
ketahanan Ekonomi yang diinginkan pun banyak memerlukan pembinaan, diantaranya
seperti :
• Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan sistem free fight liberalism, etatisme dan monopolistis.
• Pembangunan ekonomi memotivasi serta mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
• Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
• Pemerataan pembangunan dan pemanfaataan hasil-hasilnya senantiasa memperhatikan keseimbangan antar sektor dan antar wilayah.
• Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keterpaduan antar sektor pertanian, industri serta jasa.
• Ekonomi kerakyatan harus menghindarkan sistem free fight liberalism, etatisme dan monopolistis.
• Pembangunan ekonomi memotivasi serta mendorong peran serta masyarakat secara aktif.
• Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.
• Pemerataan pembangunan dan pemanfaataan hasil-hasilnya senantiasa memperhatikan keseimbangan antar sektor dan antar wilayah.
• Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan saling menguntungkan dalam keterpaduan antar sektor pertanian, industri serta jasa.
Dampak dari pengaruh ketahanan nasional dalam bidang Ekonomi itu
pun banyak mengundang pertanyaan dari berbagai kalangan masyrakat. Misalnya
Naiknya harga BBM, dimana Pemerintah merencanakan akan menaikkan harga BBM pada
tanggal 1 April 2012, yang banyak membuat masyarakat semakin merasa resah atas
keputusan tersebut, unjuk rasa dan protes pun banyak dilakukan.
Kebanyakan unjuk rasa tersebut dilakukan dari kalangan menengah bawah dan masyarakat tidak mampu seperti buruh,petani,nelayan pedagang hingga mahasiwa. Mereka menuturkan bahwa pihak yang paling menderita dengan kenaikan harga BBM ini adalah rakyat kecil karena kemampuan memenuhi kebutuhan hidup akan semakin sulit.
Kebanyakan unjuk rasa tersebut dilakukan dari kalangan menengah bawah dan masyarakat tidak mampu seperti buruh,petani,nelayan pedagang hingga mahasiwa. Mereka menuturkan bahwa pihak yang paling menderita dengan kenaikan harga BBM ini adalah rakyat kecil karena kemampuan memenuhi kebutuhan hidup akan semakin sulit.
Ekonomi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bagi suatu Negara, ekonomi tidak
kalah pentingnya dengan kelangsungan hidup suatu Negara itu sendiri. Negara
dapat dikatakan sebagai Negara maju jika perekonomian Negara tersebut baik,
dalam pengertian bahwa kegiatan produksi dalam perekonomian yang melibatkan
beberapa faktor seperti tenaga kerja, modal, teknologi, sumber daya alam, dan
manajemenpun juga baik.
Bagi ketahanan nasional, aspek ekonomi juga merupakan hal yang
sangat penting karena dengan ekonomi yang stabil akan perpengaruh positif
terhadap ketahanan nasional suatu Negara. Perekonomian merupakan salah satu
aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi
masyarakat, meliputi produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa.
Usaha-usaha untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat secara individu maupun
kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan masyarakat untuk memenuhi
kebutuhan. Oleh karena itulah aspek ekonomi sangat berpengaruh karena terlibat
langsung dengan masyarakat. Sebagai contoh adalah ketahanan nasional dalam
bidang pangan. Dengan ekonomi yang baik tentu saja suatu Negara tidak akan
kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan warga negaranya. Kelaparan tidak akan
terjadi dan kemiskinan perlahan dapat berkurang. Selain itu suatu Negara akan
sangat mudah menerapkan suatu teknologi baru terhadap sistem pertanian mereka
jika Negara tersebut sehat perekonomiannya.
Aspek lain yang juga terpengaruh jika suatu Negara mempunyai
perekonomian yang baik adalah aspek pendidikan. Honor guru akan pantas sehingga
kinerjanya meningkat yang berakibat pendidikan di Indonesia juga meningkat.
Taraf kecerdasan masyarakat Indonesia akan meningkat yang berarti bahwa SDMnya
pun akan baik. Jika suatu Negara mempunyai SDM yang baik tentu ketahanan
nasionalnya akan kuat. Lapangan pekerjaan akan bertambah sehingga
pengangguranpun berkurang.
Pertahanan juga merupakan aspek yang tidak kalah penting bagi
ketahanan nasional. Bagi negera-negara di dunia, aspek ini merupakan yang
banyak menyedot anggaran Negara karena begitu pentingnya. Pembelian alutsista
misalnya, merupakan cara bagi suatu Negara memperkuat pertahanan mereka. Tidak
bisa dipungkiri bagi Indonesia yang merupakan Negara kepulauan sangat rentan
terhadap serangan-serangan yang mengancam kesatuan NKRI. Oleh karena itulah
kekuatan pertahanan nasional sangat diperlukan. TNI-AD, TNI-AL dan TNI-AU
merupakan ujung tombak kita dalam menghalau kejadian yang tidak diinginkan.
Sehingga perlu perekonomian yang kuat dan stabil untuk bisa merealisasikannya.
Sumber : https://kewarganegaraanblog.wordpress.com/2013/11/23/ketahanan-nasional-di-bidang-ekonomi/
Ketahanan Nasional Indonesia
0
Pengertian
& Arti Definisi Ketahanan Nasional Bangsa Negara indonesia
1. ketahanan nasional
Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu
suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan
ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan,
hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara
langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas
serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya. Karena itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi serta ancaman yang akan dihadapi. Dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika pada ketahanan nasional.
Kata ketahanan nasional telah sering kita dengar disurat kabar atau sumber-sumber lainnya. Mungkin juga kita sudah memperoleh gambarannya.
Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.
Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.
Dalam perjuangan mencapai cita-cita/tujuan nasionalnya bangsa Indonesia tidak terhindar dari berbagai ancaman-ancaman yang kadang-kadang membahayakan keselamatannya. Cara agar dapat menghadapi ancaman-ancaman tersebut, bangsa Indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.
Kondisi atau situasi dan juga bisa dikatakan sikon bangsa kita ini selalu berubah-ubah tidak statik. Ancaman yang dihadapi juga tidak sama, baik jenisnya maupun besarnya. Karena itu ketahanan nasional harus selalu dibina dan ditingkatkan, sesuai dengan kondisi serta ancaman yang akan dihadapi. Dan inilah yang disebut dengan sifat dinamika pada ketahanan nasional.
Kata ketahanan nasional telah sering kita dengar disurat kabar atau sumber-sumber lainnya. Mungkin juga kita sudah memperoleh gambarannya.
Untuk mengetahui ketahanan nasional, sebelumnya kita sudah tau arti dari wawasan nusantara. Ketahanan nasional merupakan kondisi dinamik yang dimiliki suatu bangsa, yang didalamnya terkandung keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional.
Kekuatan ini diperlukan untuk mengatasi segala macam ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan yang langsung atau tidak langsung akan membahayakan kesatuan, keberadaan, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara. Bisa jadi ancaman-ancaman tersebut dari dalam ataupun dari luar.
2. ASAS-ASAS
KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
Asas
Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang
tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri
dari :
1. Asas
Kesejahteraan dan Keamanan Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi
tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia8 yang mendasar dan
esensial, baik sebagai perorangan maupunkelompok dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan
asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada
padanya. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai
dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan.
Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan
kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada
kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan
nasional sebuah bangsa dan negara.
2. Asas
komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu Sistem kehidupan nasional
mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu
dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan
selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan
bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)
3. Asas
mawas ke dalam dan mawas ke luar Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan
segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Disamping
itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan
sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat
positif maupun negatif.
Untuk
itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
a. Mawas
ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat,
sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai
kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan
kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet
dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap
isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
b. Mawas
ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat
mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak
lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling
interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin
kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan
nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar.
Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama
yang saling menguntungkan.
4. Asas
kekeluargaan
Asas
kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan,
gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus
dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak
berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.
Sumber : - https://khairulchaniago.wordpress.com/pengertian-arti-definisi-ketahanan-nasional-bangsa-negara-indonesia/
Sumber : -http://yourdreamisyourworld.blogspot.com/2010/11/ketahanan- nasional.html
Rangkuman Perang Dunia ke 2
0
Perang dunia II
a. Sebab Umum
1). Adanya unjuk kekuatan senjata yang diciptakan oleh
beberapa negara dan perlombaan senjata antar negara-negara Eropa, seperti
Inggris menciptakanRoyal Air Force (Armada Udara) dan Jerman membuat kapal
tempur Bismarck dengan peluru kendali Vergeltung (pembalasan).
2). Adanya politik balas dendam (Revanche Idea) yang
dilakukan oleh negara Jerman.
3). Adanya politik mencari sekutu dengan munculnya blok
Sekutu dan blok Fasis.
4). Gagalnya Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam upaya
menciptakan perdamaian dunia.
5). Adanya politik ekspansi beberapa negara fasis (militer)
seperti:
(a). Jerman, dengan semboyan Jerman Raya(Lebensraum).
(b). Italia, dengan semboyan Italia Raya (Italia
Iradenta) atau (Italia la Prima).
(c). Jepang dengan semangat Hakko Ichi-u.
B. Sebab Khusus
1). Penyerbuan Jerman terhadap Polandia pada tanggal 11
September 1939.
2). Terjadi penyerbuan yang dilakukan Jepang terhadap
Pangkalan Armada Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii pada
hari Minggu tanggal 7 Desember 1941.
Pihak yang Berperang
a) Kelompok negara-negara poros
terdiri atas negara Jerman, Italia, dan jepang.
b) Kelompok sekutu terdiri atas
negara Inggris, Prancis, Serikat, Belanda, Amerika, Denmark, dan
Norwegia.
Jalanya Perang
a) Di Eropa
Perang Dunia II di Eropa dimulai tanggal 1 September 1939
saat Jerman menyerbu atau menguasai (aneksasi) Pelabuhan Danzig (Polandia) yang
dianggap sebagai miliknya sebelum Perang Dunia I, Austria, dan daerah Sudeten
(Cekoslovakia). Agresi militer Jerman ini dipandang oleh semua pihak sebagai
tanda awal mula meletusnya Perang Dunia II di Eropa.
b) Di Afrika
Jerman yang telah berhasil menguasai balkan
berupaya untuk mengasuai Trusa Suez. Untuk Jerman memerintahkan Italia
Untuk menyerang Mesir dan Afrika Utara, tetapi tidak berhasil. Serangan yang ke
Afrika utara berhasil ditahan oleh Inggris.
c) Medan Pertempuran Asia
Fasifik
Perang Dunia II di medan Asia-Pasifik diawali oleh Jepang
dengan membom secara tiba-tiba terhadap pangkalan terbesar Angkatan Laut
Amerika Serikat Pearl Harbour di Pasifik tanggal 7 Desember 1941. Lima jam
setelah penyerangan itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda Tjarda Van
Starkenborg Stachouwer menyatakan perang terhadap Jepang. Jepang dalam waktu
singkat melakukan serbuan ke selatan yakni pada tanggal 8 Desember 1941
menyerbu lapangan terbang Clark Field dan lapangan Iba di Pulau Luzon Filipina.
Setelah berhasil menguasai dua tempat tersebut Jepang melanjutkan menduduki P.
Hainan, Hongkong, dan Bangkok. Hongkong merupakan pos terdepan bagi Inggris di
Asia. Pada tanggal 10 Desember
1941 Jepang menduduki Pulau Luzon dan Bataan di Filipina
dengan mendapat perlawanan sengit dari pasukan Amerika yang dibantu sukarelawan
Filipina. Kemudian pada tanggal 16 Desember 1941 Jepang berhasil menduduki
Birma (Myanmar) dan akhirnya pada tanggal 20 Desember 1991 Jepang menduduki
Davao di Filipina.
1. Perjanjian Postdam, ditandatangani
oleh pihak sekutu dengan Jerman yang isinya antara lain:
1. Jerman dibagi 2 yaitu Jerman Barat dan Jerman Timur.
2. Ibu kota Berlin dibagi 2 yaitu Berlin barat dan Timur.
3. Wilayah Danzig menjadi bagian Polandia
2. Perjanjian San frasisco, yang
ditanda tangani oleh pihak sekutu dengan jepang yang isinya antara lain:
1.Kepulauan Jepang diperintah oleh tentara 2.pendudukan Amerika Serikat
3.Daerah hasil ekspansi Jepang dikembalikan- 4.Penjahat perang dihukum Jepang
harus membayar ganti kerugian perang
3. Perjanjian Paris, yang
ditandaangani pihak sekutu dan Italia, yang isinya antara lain:
·Semua jajahan Italia di Afrika Utara diambil Inggris
·Daerah Italia diperkecil
·Italia membayar kerugian perang
·Abesyenia dan Albania dimerdekakan kembali
·Trieste menjadi Negara merdeka di bawah PBB
c. Dampak Perang Dunia II
1. Bidang Politik
Akibat yang muncul di bidang Politik setelah Perang Dunia ke
2 berakhir seperti berikut :
o Amerika Serikat ( U.S.A ) dan Rusia
( Uni Soviet ) sebagai pemenang dalam Perang Dunia ke 2, tumbuh menjadi Negara
Raksasa ( Adikuasa ).
o Terjadinya perebutan pengaruh
antara Amerika Serikat ( Blok Barat ) dan UniSoviet ( Blok Timur ) yang
menimbulkan Perang Dingin.Jika keduanya berimbang terjadi keseimbangan kekuatan
( Balance of Power Policy ), walaupun perdamaian diliputi ketakutan.
o Nasionalisme di Asia berkobar dan
timbul negara merdeka seperti Indonesia ( 17 Agustus 1945 ), Filipina ( 4
July 1946 ), India dan Pakistan Dominion ( 15 Agustus 1947 ) dan India merdeka
Penuh ( 26 Januari 1950 ), Burma ( 4 Januari 1948 )dan Ceylon Dominion ( 4 Februari
1948 ).
o Munculnya Politik mencari kawan
atau aliansi yang di bentuk berdasarkan kepentingan keamanan bersama, misalnya
NATO ( North Atlantic Trinity Organization ), SEATO ( South East Asia Treaty
Organization ), dan METO.
o Munculnya Politik memecah belah
Negara, misalnya :
6. Jerman dibagi menjadi
dua Negara yaitu, Jerman Barat ( Di kuasai Amerika Serikat dan Sekutunya ) dan
Jerman Timur ( di kuasai oleh Uni Soviet ).
7. Korea di bagi menjadi
dua Negara, yaitu Korea Selatan dan Korea Utara.
8. Indo - Cina di bagi
menjadi tiga negara yaitu, Laos, Kamboja, dan Indo-Cina
9. India di bagi menjadi
dua Negara yaitu, India dan Pakistan.
2. Bidang Ekonomi
Perang Dunia 2 menghancurkan perekonomian negara - negara di
dunia kecuali Amerika Serikat. Amerika Serikat menjadi pusat kekayaan dan
kreditur dari seluruh Dunia.
Untuk menanamkan pengaruhnya di Negara - Negara Eropa dan
yang lain, Amerika Serikat melaksanakan program. Misalnya Truman Doctrine (
1947 ), Marshall Plan ( 1947 ), Point Truman dan Colombo Plan.
Program - program ini merupakan usaha untuk membendung berkembangnya Komunisme.
3. Bidang Sosial
Untuk membantu penduduk yang menderita akibat korban
dari Perang Dunia ke 2 PBB membentuk URRA ( United Nations Rehabilitation
Administration ). Tugas URRA di antaranya sebagai berikut :
o Memberi makan kepada orang - orang
yang terlantar .
o Mendirikan Rumah Sakit.
o Mengurus pengungsi dan menyatukan
dengan keluarganya.
o Mengerjakan kembali tanah yang
rusak.
A. Pendudukan Jepang di Indonesia
(1942-1945)
1. Latar Belakang
Pendudukan militer Jepang di Indonesia dilatarbelakangi oleh
hal-hal berikut :
· Adanya pembaharuan politik Jepang dari menutup diri
menjadi imperialis
·Jepang bermaksud menjadikan Asia sebagai satu kesatuan di
bawah pimpinannya
·Jepang membutuhkan bahan mentah industri
·Jepang bermaksud membendung pengaruh imperialisme barat.
2. Tujuan Pendudukan Jepang :
·Menjadikan Indonesia sebagai pemasok bahan mentah industri
dan perang
·Menggalang kekuatan rakyat Indonesia dalam
membendungserangan sekutu
3. Cara dan Upaya Jepang dalam mengeksploitasi
Sumber Kekayaan Indonesia
Cara yang ditempuh oleh Jepang dalam mengeksploitasi sumber
kekayaan Indonesia yaitu dengan melakukan pemerahan sumber
alam dan pemerasan tenaga manusia.
a. Pemerahan sumber alam
·Pemerahan sumber alam dilakukan dengan cara-cara sebagai
berikut :
·Menyita harta peninggalan Belanda
·Monopoli penjualan hasil perkebunan
·Mengganti tanaman yang tidak berguna dengan tanaman
bahanmakanan
b. Pemerahan tenaga manusia
Pemerahan tenaga manusia dilakukan melalui cara-cara di
bawah ini :
·Kerja paksa (Romusha)
·Pembentukan organisasi semi militer diantaranya
Seinenda (barisan pemuda), Fujinkai (barisan wanita),
Keibodan (barisan pembantu polisi), Syuisintai (barisan pelopor) dan organisasi
militernya berupa Heiho (barisan pembantu prajurit Jepang), Peta (pembela tanah
air)
4. Pengaruh Kebijakan Pemerintah Pendudukan Jepang
a. Di Bidang Sosial :
·Kegelisahan dan kesengsaraan rakyat Indonesia yang bekerja
secara paksa (romusha)
·Kehidupan pedesaan semakin parah sehingga kesehatan tidak
terjamin, kelaparan, dan menimbulkan kematian.
b. Di bidang Ekonomi
·Terjadinya perampasan kekayaan rakyat sehingga rakyat
semakin miskin
·Produksi bahan makanan (beras) semakin merosot
·Sandang dan pangan semakin sulit untuk diperoleh
5. Bentuk-bentuk Perlawanan
Rakyat dan pergerakan Kebangsaan Indonesia di berbagai Daerah pada Masa
Pendudukan Jepang
Perjuangan para pemimpin dilakukan dengan beberapa cara
diantaranya dengan strategi kooperasi, gerakan bawah tanah (ilegal),
dan perlawanan bersenjata.
a. Perlawanan dengan strategi
kooperasi
Bentuk perjuangan dengan cara ini dilakukan dengan beberapa
cara melalui Putera, Jawa Hokokai, Majelis Islam A’la Indonesia MIAI, Cuo Sangi
In, BPUPKI, dan PPKI.
b. Perlawanan dengan strategi
gerakan bawah tanah
Bentuk perlawanan ini dilakukan oleh beberapa kelompok
diantaranya :
Kelompok Sutan Syahrir, Kelompok Kaigun, Kelompok Sukarni,
Kelompok Persatuan Mahasiswa, Kelompok Amir Syarifudin.
c. Perlawanan
bersenjata
Perlawanan ini dilakukan di berbagai derah di antaranya :
1) Perlawanan Cot Plieng (Aceh)
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Perlawanan
ini dilatarbelakani oleh sikap tentara Jepang yang ingin memaksakan kehendaknya
terhdap rakyat dengan sewenag-wenang
2) Perlawanan Rakyat singaparna (Tasikmalaya)
Perlawanan ini dipimpin oleh K. H. Zaenal mustafa.
Perlawanan ini dilatarbelakangi oleh paksaan Jepang untuk melakukan Seikirei,
yaitu upacara penghormatan kepada Kaisar Jepang yang dianggap dewa dengan cara
membungkukan badan ke arah timur laut (Tokyo). Cara ini dianggap oleh K.H.
Zaenal Mustafa sebagai tindakan musyrik.
3) Perlawanan Rakyat indramayu, Jawa Barat
Perlawanan ini dpimpin oleh H. Madriyas. Perlawanan ini
dilatarbelakangi oleh perilaku kekejaman Jepang untuk menyerahkan padi yang
sangat banyak
4) Perlawanan Peta di Blitar
Perlawanan ini dipimpin oleh Supriyadi. Perlawanan ini
dilatarbelakangi karena supriyadi tidak tahan melihat kesengsaraan rakyat yang
dipekerjakan sebagai romusha.
Perbatasan Wilayah Si indonesia
0
Perbatasan indonesia–malaysia
Perbatasan antara Indonesia dan Malaysia di Asia
Tenggara mencakup perbatasan darat yang memisahkan kedua negara di Pulau
Kalimantan dan perbatasan maritim di sepanjang Selat Malaka, Laut
Cina Selatan, dan Laut Sulawesi
Perbatasan darat antara
Indonesia-Malaysia membentang sepanjang 2.019 km dari Tanjung Batu di
Kalimantan baratlaut, melewati dataran tinggi pedalaman Kalimantan, hingga ke
Teluk Sebatik dan Laut Sulawesi di sebelah timur Kalimantan.
Perbatasan ini memisahkan provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan
barat di Indonesia dengan negara bagian Sabah dan Sarawak di
Malaysia.
Perbatasan maritim di Selat
Malaka umumnya ditetapkan berdasarkan garis tengah antara dasar benua Indonesia
dan Malaysia, membentang ke arah selatan dari perbatasan Malaysia–Thailand hingga
ke titik pertemuan perbatasan Malaysia–Singapura. Sebagian perbatasan ini
ditetapkan melalui Perjanjian Perbatasan Landas Benua pada tahun 1969 dan
Perjanjian Perbatasan Wilayah Laut pada 1970. Perbatasanlandas benua antara
Indonesia dan Malaysia di Laut Cina Selatan juga ditarik di sepanjang garis
dasar benua antara kedua negara berdasarkan perjanjian 1969.
Perbatasan di Laut Sulawesi telah
menjadi subjek persengketaan antar kedua negara. Persengketaan tersebut
diselesaikan melalui putusan Mahkamah Internasional dalam kasus Sipadan dan Ligitan pada
tahun 2002. Meskipun demikian, kedua negara ini masih memiliki klaim yang
saling tumpang tindih sehubungan dengan perbatasan, misalnya Ambalat.
Terdapat sejumlah transportasi
laut yang menghubungkan Indonesia dengan Malaysia, sebagian besarnya antara
Sumatra dan Semenanjung Malaysia, dan sebagian kecil antaraKalimantan
Utara dan Sabah. Satu-satunya perlintasan darat yang menghubungkan
kedua negara ini terdapat di Entikong (Indonesia)/Tebedu (Malaysia). Perbatasan
Indonesia–Malaysia, baik darat atau laut, memiliki celah yang menyebabkan
masuknya sejumlah besar pekerja imigran ilegal dari Indonesia ke Malaysia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Perbatasan_Indonesia%E2%80%93Malaysia
http://id.wikipedia.org/wiki/Perbatasan_Indonesia%E2%80%93Malaysia
Pengaruh
Globalisasi di Bidang Manajemen
Manajemen adalah sebuah proses untuk mencapai tujuan
organisasi dengan memanfaatkan fungsi-fungsi manajemen seperti merencanakan
(planning), mengorganisasikan (organizing), memimpin (leading) dan
mengendalikan (controlling).Dalam artian ekonomi globalisasi mendorong kemajuan
dalam international.
Ø Tantangan
Dalam Era Globalisasi
Permasalahan yang akan dihadapi
oleh manajer maupun manajemen Indonesia juga mengalami masalah
globalisasi,yaitu dengan adanya persaingan dengan perusahaan-perusahaan local
yang semakin kompetitif.Dan dengan munculnya produk-produk baru yang bisa
dating dari mana saja.Kemudian dengan munculnya teknologi informasi yang menyebabkan
lahirnya perusahaan-perusahaan digital,maka persaingan antar sesama perusahan
semakin ketat.
Ø Dalam
era globalisasi ini perusahaan harus menyiapkan SDM yang mampu mengatasi
pengaruh perkembangan bisnis atau ekonomi,perusahaan juga harus berusaha memiliki
SDM dengan kemampuan tinggi agar bisa ikut serta dalam bisnis nglobal atau
perdagangan bebas.
pendidikan kewarganegaraan
0
Pengaruh
Globalisasi Terhadap Masyarakat
Globalisasi
adalah Suatu proses Tatanan masyarakat yang mendunia dan tidak mengenal batas
wilayah. Sebagai suatu proses, globalisasi berlangsung melalui dua dimensi
dalam interaksi antar bangsa, yaitu dimensi ruang dan dimensi waktu. Dalam
prosesnya globalisasi dapat berdampak
banyak bagi kehidupan manusia yang bersifat positif dan bersifat negatif.
Ø Pengaruh
positif globalisasi terhadap masyarakat Indonesia.
1. Dilihat dari
aspek globalisasi politik, pemerintahan di jalankan secara terbuka dan
demokratis,karena pemerintahan adalah bagian dari suatu Negara.Tanggapan
positif tersebut berupa jati diri terhadap Negara menjadi meningkat dan
kepercayaan masyarakat akan mendukung
yang dilakukan oleh pemerintahan.
2. Dari aspek globalisasi
sosial budaya, kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja
yang tinggi dan disiplin serta iptek dari Negara lain yang sudah maju untuk
meningkatkan kedisplinan bangsa .
3. Dari aspek
globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan
kerja yang banyak dan meningkatkan devisa suatu Negara.
Ø Pengaruh
negatif organisasi terhadap masyarakat Indonesia
1. Aspek
politik, globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme
dapat membawa kemajuan dan kemakmuran.
2. Aspek
globalisasi ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena
banyaknya produk luar negeri membanjiri Indonesia. Maka hal ini akan
menghilangkan beberapa perusahaan kecil yang memang khusus memproduksi produk
dalam negeri.
3. Masyarakat
kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa
Indonesia dimana dilihat dari sopan santun mereka yang mulai kepada orangtua,
hidup metal, hidup bebas, dll.
4. Mengakibatkan
adanya perbedaan sosial, diantaranya seperti kaya dan miskin karena adanya
persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi.
5. Munculnya
sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian sesama warga.
Dampak
diatas akan perlahan-lahan mempengaruhi kehidupan bangsa Indonesia, akan tetapi
secara keseluruhan aspek dapat menimbulkan rasa nasionalisme terhadap bangsa
menjadi kurang atau luntur. Marilah kita mengembalikan jati diri bangsa
Indonesia, terima globalisasi dengan rasa kritis dan banyak melakukan hal
positif dalam menggunakan globalisasi yang ada sekarang ini.
http://agungaw.wordpress.com/2010/03/01/pkn-minggu3/
Langganan:
Komentar (Atom)