Selasa, 22 November 2016
HUBUNGAN PERUSAHAAN DENGAN STAKEHOLDER, LINTAS BUDAYA DAN POLA HIDUP, AUDIT SOSIAL
02.17 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
A.
PENGERTIAN
STAKEHOLDER
Stakeholder dapat
diartikan sebagai segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang
sedang diangkat. Menurut Kasali (2009), stakeholder adalah setiap kelompok yang
berada didalam maupun diluar perusahaan yang mempunyai peran dalam perusahaan.
A.
BENTUK-BENTUK
STAKEHOLDER
Berdasarkan kekuatan
posisi dan pengaruh stakeholder terhadap suatu isu, stakeholder dapat
dikategorikan kedalam beberapa bentuk. Ada tiga bentuk stakeholder dalam
bisnis, yaitu:
1) Stakeholder
primer
Stakeholder ini
memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program dan
proyek. Oleh karena itu, pihak ini harus ditempatkan sebagai penentu utama
dalam proses pengambilan keputusan.
2) Stakeholder
sekunder
Stakeholder ini tidak
memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan, program
dan proyek. Akan tetapi, pihak ini memiliki kepedulian (concern) dan keprihatinan sehingga turut bersuara dan berpengaruh
terhadap sikap masyarakat dan keputusan legal pemerintah.
3) Stakeholder
kunci
Stakeholderini
memiliki kewenangan secara legal dalam hal pengambilan keputusan.
Stakeholderyang dimaksud adalah unsur eksekutif sesuai levelnya, legislatif dan
instansi.
B.
STEREOTYPE,
PREJUDICE DAN STIGMA SOSIAL
Stereotype
adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap
kelompok dimana orang tersebut dikategorikan. Stereotype merupakan jalan pintas
pemikiran yang dilakukan secara intuitif oleh manusia untuk menyederhanakan
hal-hal yang kompleks dan membantu dalam pengambilan keputusan secara cepaT.
C.
KOMUNITAS
INDONESIA DAN ETIKA BISNIS
Indonesia memerlukan
suatu bentuk etika bisnis yang sangat spesifik dan sesuai dengan model
Indonesia. Hal ini dapat dipahami bahwa bila ditilik dari bentuknya, komunitas Indonesia,
komunitas elit dan komunitas rakyat.Bentuk-bentuk pola hidup komunitas di Indonesia sangat
bervariasi dari berburu, meramu sampai dengan industri jasa.
D.
DAMPAK
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Tanggungjawab
sosial perusahaan apabila dilaksanakan dengan benar akan memberikan dampak
positif bagi perusahaan, lingkungan, termasuk sumber daya manusia, sumber daya
alam dan seluruh pemangku kepentingan dalam masyarakat. Perusahaan yang mampu
sebagai penyerap tenaga kerja, mempunyai kemampuan memberikan peningkatan daya
beli masyarakat, yang secara langsung atau tidak, dapat mewujudkan pertumbuhan
lingkungan dan seterusnya. Mengingat kegiatan perusahaan itu sifatnya simultan,
maka keberadaan perusahaan yang taat lingkungan akan lebih bermakna.
E.
MEKANISME
PENGAWASAN TINGKAH LAKU
Mekanisme dalam
pengawasan terhadap para karyawan sebagai anggota komunitas perusahaan dapat
dilakukan berkenaan dengan kesesuaian atau tidaknya tingkah laku anggota
tersebut dengan budaya yang dijadikan pedoman korporasi yang bersangkutan.
Mekanisme pengawasan tersebut berbentuk audit sosial sebagai suatu kesimpulan
dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan sebelumnya.
Kesimpulan
Stakeholder diartikan sebagai pihak-pihak yang
berkepentingan pada perusahaan yang dapat mempengaruhi atau dapat dipengaruhi
oleh aktivitas perusahaan. Yang dimaksud dengan stakeholder adalah masyarakat,
karyawan, pemerintah, shareholder dan lain-lain. Oleh karena itu, hubungan yang baik dengan stakeholder
adalah sesuatu yang wajib diwujudkan oleh perusahaan. Seiring
dengan meningkatnya kesadaran dan kepekaan dari stakeholder perushaan, maka
konsep tanggungjawab sosial (corporate
social responsibility) muncul dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dengan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.Corporate
social responsibility
adalah suatu
konsep yang mewajibkan perusahaan untuk memenuhi dan memperhatikan kepentingan
para stakeholder dalam kegiatan operasinya mencari keuntungan.
Langganan:
Komentar (Atom)
HUBUNGAN PERUSAHAAN DENGAN STAKEHOLDER, LINTAS BUDAYA DAN POLA HIDUP, AUDIT SOSIAL
0
A.
PENGERTIAN
STAKEHOLDER
Stakeholder dapat
diartikan sebagai segenap pihak yang terkait dengan isu dan permasalahan yang
sedang diangkat. Menurut Kasali (2009), stakeholder adalah setiap kelompok yang
berada didalam maupun diluar perusahaan yang mempunyai peran dalam perusahaan.
A.
BENTUK-BENTUK
STAKEHOLDER
Berdasarkan kekuatan
posisi dan pengaruh stakeholder terhadap suatu isu, stakeholder dapat
dikategorikan kedalam beberapa bentuk. Ada tiga bentuk stakeholder dalam
bisnis, yaitu:
1) Stakeholder
primer
Stakeholder ini
memiliki kaitan kepentingan secara langsung dengan suatu kebijakan, program dan
proyek. Oleh karena itu, pihak ini harus ditempatkan sebagai penentu utama
dalam proses pengambilan keputusan.
2) Stakeholder
sekunder
Stakeholder ini tidak
memiliki kaitan kepentingan secara langsung terhadap suatu kebijakan, program
dan proyek. Akan tetapi, pihak ini memiliki kepedulian (concern) dan keprihatinan sehingga turut bersuara dan berpengaruh
terhadap sikap masyarakat dan keputusan legal pemerintah.
3) Stakeholder
kunci
Stakeholderini
memiliki kewenangan secara legal dalam hal pengambilan keputusan.
Stakeholderyang dimaksud adalah unsur eksekutif sesuai levelnya, legislatif dan
instansi.
B.
STEREOTYPE,
PREJUDICE DAN STIGMA SOSIAL
Stereotype
adalah penilaian terhadap seseorang hanya berdasarkan persepsi terhadap
kelompok dimana orang tersebut dikategorikan. Stereotype merupakan jalan pintas
pemikiran yang dilakukan secara intuitif oleh manusia untuk menyederhanakan
hal-hal yang kompleks dan membantu dalam pengambilan keputusan secara cepaT.
C.
KOMUNITAS
INDONESIA DAN ETIKA BISNIS
Indonesia memerlukan
suatu bentuk etika bisnis yang sangat spesifik dan sesuai dengan model
Indonesia. Hal ini dapat dipahami bahwa bila ditilik dari bentuknya, komunitas Indonesia,
komunitas elit dan komunitas rakyat.Bentuk-bentuk pola hidup komunitas di Indonesia sangat
bervariasi dari berburu, meramu sampai dengan industri jasa.
D.
DAMPAK
TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
Tanggungjawab
sosial perusahaan apabila dilaksanakan dengan benar akan memberikan dampak
positif bagi perusahaan, lingkungan, termasuk sumber daya manusia, sumber daya
alam dan seluruh pemangku kepentingan dalam masyarakat. Perusahaan yang mampu
sebagai penyerap tenaga kerja, mempunyai kemampuan memberikan peningkatan daya
beli masyarakat, yang secara langsung atau tidak, dapat mewujudkan pertumbuhan
lingkungan dan seterusnya. Mengingat kegiatan perusahaan itu sifatnya simultan,
maka keberadaan perusahaan yang taat lingkungan akan lebih bermakna.
E.
MEKANISME
PENGAWASAN TINGKAH LAKU
Mekanisme dalam
pengawasan terhadap para karyawan sebagai anggota komunitas perusahaan dapat
dilakukan berkenaan dengan kesesuaian atau tidaknya tingkah laku anggota
tersebut dengan budaya yang dijadikan pedoman korporasi yang bersangkutan.
Mekanisme pengawasan tersebut berbentuk audit sosial sebagai suatu kesimpulan
dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan sebelumnya.
Kesimpulan
Stakeholder diartikan sebagai pihak-pihak yang
berkepentingan pada perusahaan yang dapat mempengaruhi atau dapat dipengaruhi
oleh aktivitas perusahaan. Yang dimaksud dengan stakeholder adalah masyarakat,
karyawan, pemerintah, shareholder dan lain-lain. Oleh karena itu, hubungan yang baik dengan stakeholder
adalah sesuatu yang wajib diwujudkan oleh perusahaan. Seiring
dengan meningkatnya kesadaran dan kepekaan dari stakeholder perushaan, maka
konsep tanggungjawab sosial (corporate
social responsibility) muncul dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan
dengan kelangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.Corporate
social responsibility
adalah suatu
konsep yang mewajibkan perusahaan untuk memenuhi dan memperhatikan kepentingan
para stakeholder dalam kegiatan operasinya mencari keuntungan.
Langganan:
Komentar (Atom)
Blog List
Pages
About Me
- Unknown
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog Design by
About Me
- Unknown