Selasa, 25 Oktober 2016
Tugas Softskill Etika Bisnis
22.14 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Nama : Ully Iffatun Nisaa
Npm : 19213047
Kelas : 4EA02
2.1 Pengertian Etika Bisnis
Etika umum
adalah yang menyangkut hal-hal umum yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari.
Sedangkan etika khusus adalah penerapan prinsip – prinsip dan norma - norma
dalam bidang – bidang tertentu. Salah satu contoh etika khusus ini adalah etika
bisnis,
Etika bisnis adalah penerapan etika dalam dunia bisnis.
Seperti etika terapan pada umumnya, bidang kajian etika bisnis terkategori
dalam : level makro, level mikro, level individu dan level intenasional.
2.2 Model Etika Dalam Bisnis
Carrol dan Buchollz
(2005) dalam Rudito (2007 : 49) membagi tiga tingkatan manajemen dilihat dari
cara para pelaku bisnis dalam menerapkan etika dalam bisnisnya :
1.
Immoral Manajemen
Immoral
manajemen merupakan tingkatan terendah dari model manajemen dalam menerapkan
prinsip-prinsip etika bisnis. Manajer yang memiliki manajemen tipe ini pada
umumnya sama sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan moralitas, baik
dalam internal organisasinya maupun bagaimana dia menjalankan aktivitas
bisnisnya. Para pelaku bisnis yang tergolong pada tipe ini, biasanya
memanfaatkan kelemahan-kelemahan dan kelengahan - kelengahan dalam komunitas
untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri, baik secara individu atau
kelompok mereka.
2. Amoral Manajemen
Tingkatan
kedua dalam aplikasi etika dan moralitas dalam manajemen adalah amoral
manajemen. Berbeda dengan immoral manajemen, manajer dengan tipe manajemen
seperti ini sebenarnya bukan tidak tahu sama sekali etika atau moralitas. Ada
dua jenis lain manajemen tipe amoral ini, yaitu Pertama, manajer yang tidak
sengaja berbuat amoral (unintentional
amoral manager). Tipe ini adalah para manajer yang dianggap kurang peka,
bahwa dalam segala keputusan bisnis yang diperbuat sebenarnya langsung atau
tidak langsung akan memberikan efek pada pihak lain. Widyahartono ( 1996 : 74)
mengatakan prinsip bisnis amoral itu menyatakan bisnis adalah bisnis dan etika
adalah etika keduanya jangan di campur adukan. Dasar pemikirannya sebagai
berikut :
a. Bisnis adalah suatu bentuk
persaingan yang mengutamakan dan mendahulukan kepentingan ego- pribadi. Bisnis
diperlakukan seperti permainan (game)
yang aturanya sangat beda dari aturan yang ada dalam kehidupan social pada
umumnya.
b. Orang yang mematuhi aturan moral dan
ketanggapan social (social responsiveness)
akan berada dalam posisi yang tidak mengutungkan di tengah persaingan ketat
yang tak mengenal “ values” yang
menghasilkan segala cara.
c. Kalau suatu praktek bisnis di
benarkan secara ilegal (karena sesuai natara hukum yang berlaku anatara law enforcement-nya lemah), makapara
penganut bisnis amoral itu justru menyatakan bahwa praktek bisnis itu secara
moral mereka ( kriteria atau ukuran mereka) dapat dibenarkan.
3.Moral Manajemen
Tingkatan tertinggi dari penerapan
nilai- nilai etika atau moralitas dalam bisnis adalah moral manajemen. Dalam
moral manajemen, nilai-nilai etika dan moalitas diletakan pada level standar
tertinggi dari segala bentuk perilaku dan aktivitas bisnisnya. Manajer yang
termasuk dalam tipe ini hanya menerima dan mematuhi aturan- aturan yang berlaku
namun juga terbisa meletakan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinanya.
2.3 Pengertian
Agama , Filosofi, Budaya dan Hukum
1. Agama
Agama adalah sumber
dari segala moral dalam etika apapun dengan kebenarannya yang absolut. Tiada
keraguan dan tidak boleh diragukan nilai-nilai etika yang bersumber dari agama.
Agama berkorelasi kuat dengan moral. Setiap agama mengandung ajaran moral atau
etika yang di jadikan pegangan bagi para penganutnya
2. Filosofi
Pandangan hidup seseorang atau
sekelompok orang. Arti Filosofi yaitu studi
mengenai kebijaksanaan, dasar dasar pengetahuan, dan proses yang digunakan
untuk mengembangkan dan merancang pandangan mengenai suatu kehidupan. Filosofi
memberi pandangan dan menyatakan secara tidak langsung mengenai sistem
kenyakinan dan kepercayaan.
3.
Budaya
Ciri khas utama yang paling menonjol
yaitu kekuluargaan dan hubungan kekerabatan yang erat. Definisi
budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adatistiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan
dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan
secara genetis.
4.
Hukum
Biasanya hukum dibuat setelah
pelanggaran – pelanggaran terjadi dalam komunitas. Arti hukum adalah
sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan.
Dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan
masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam
hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku
dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum,
perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara
perwakilan mereka yang akan dipilih.
2.4 Ada
Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Etika Mencakup :
a.
Leadership
Kepemimpinan
(Leadership) adalah kemapuan individu
untuk mempengaruhi memotivasi, dan membuat orang lain mampu memberikan
kontribusinya demi efektifitas dan keberhasilan organisasi.
Ada tiga implikasi penting dari definisi
tersebut, antara lain: Pertama, kepemimpinan menyangkut orang lain – bawahan
atau pengikut. Kesediaan mereka untuk menerima pengarahan dari pemimpinan, para
anggota kelompok membantu menentukan status/kedudukan pemimpin dan membuat
proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan, semua kualitas kepemimpinan
seorang manajer akan menjadi tidak relevan. Kedua, kepemimpinan menyangkut
suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang di antara para pemimpin dan
anggota kelompok.
b.
Strategi
dan Performasi
Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk
kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat
perusahaannya mencapai tujuan perusahaan terutama dari sisi keuangan tanpa
harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika. Sebuah perusahaan
yang jelek akan memiliki kesulitan besar untuk menyelaraskan target yang ingin
dicapai perusahaannya dengan standar-standar etika.
c.
Karakter Individu
Merupakan suatu proses psikologi yang mempengaruhi individu
dalam memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman.
Karakteristik individu merupakan faktor internal (interpersonal) yang menggerakan
dan mempengaruhi perilaku individu.
d.
Budaya Organisasi
Menurut
Mangkunegara, (2005:113), budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau
sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang
dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah
adaptasi eksternal dan integrasi internal.
Budaya
organisasi juga berkaitan dengan bagaimana karyawanmemahami karakteristik budaya suatu organisasi, dan tidak
terkait dengan apakah karyawan menyukai karakteristik itu atau tidak. Budaya
organisasi adalah suatu sikap deskriptif, bukan seperti kepuasan kerjayang lebih bersifat evaluatif.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tugas Softskill Etika Bisnis
Nama : Ully Iffatun Nisaa
Npm : 19213047
Kelas : 4EA02
2.1 Pengertian Etika Bisnis
Etika umum
adalah yang menyangkut hal-hal umum yang berlaku dalam kehidupan sehari – hari.
Sedangkan etika khusus adalah penerapan prinsip – prinsip dan norma - norma
dalam bidang – bidang tertentu. Salah satu contoh etika khusus ini adalah etika
bisnis,
Etika bisnis adalah penerapan etika dalam dunia bisnis.
Seperti etika terapan pada umumnya, bidang kajian etika bisnis terkategori
dalam : level makro, level mikro, level individu dan level intenasional.
2.2 Model Etika Dalam Bisnis
Carrol dan Buchollz
(2005) dalam Rudito (2007 : 49) membagi tiga tingkatan manajemen dilihat dari
cara para pelaku bisnis dalam menerapkan etika dalam bisnisnya :
1.
Immoral Manajemen
Immoral
manajemen merupakan tingkatan terendah dari model manajemen dalam menerapkan
prinsip-prinsip etika bisnis. Manajer yang memiliki manajemen tipe ini pada
umumnya sama sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan moralitas, baik
dalam internal organisasinya maupun bagaimana dia menjalankan aktivitas
bisnisnya. Para pelaku bisnis yang tergolong pada tipe ini, biasanya
memanfaatkan kelemahan-kelemahan dan kelengahan - kelengahan dalam komunitas
untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri, baik secara individu atau
kelompok mereka.
2. Amoral Manajemen
Tingkatan
kedua dalam aplikasi etika dan moralitas dalam manajemen adalah amoral
manajemen. Berbeda dengan immoral manajemen, manajer dengan tipe manajemen
seperti ini sebenarnya bukan tidak tahu sama sekali etika atau moralitas. Ada
dua jenis lain manajemen tipe amoral ini, yaitu Pertama, manajer yang tidak
sengaja berbuat amoral (unintentional
amoral manager). Tipe ini adalah para manajer yang dianggap kurang peka,
bahwa dalam segala keputusan bisnis yang diperbuat sebenarnya langsung atau
tidak langsung akan memberikan efek pada pihak lain. Widyahartono ( 1996 : 74)
mengatakan prinsip bisnis amoral itu menyatakan bisnis adalah bisnis dan etika
adalah etika keduanya jangan di campur adukan. Dasar pemikirannya sebagai
berikut :
a. Bisnis adalah suatu bentuk
persaingan yang mengutamakan dan mendahulukan kepentingan ego- pribadi. Bisnis
diperlakukan seperti permainan (game)
yang aturanya sangat beda dari aturan yang ada dalam kehidupan social pada
umumnya.
b. Orang yang mematuhi aturan moral dan
ketanggapan social (social responsiveness)
akan berada dalam posisi yang tidak mengutungkan di tengah persaingan ketat
yang tak mengenal “ values” yang
menghasilkan segala cara.
c. Kalau suatu praktek bisnis di
benarkan secara ilegal (karena sesuai natara hukum yang berlaku anatara law enforcement-nya lemah), makapara
penganut bisnis amoral itu justru menyatakan bahwa praktek bisnis itu secara
moral mereka ( kriteria atau ukuran mereka) dapat dibenarkan.
3.Moral Manajemen
Tingkatan tertinggi dari penerapan
nilai- nilai etika atau moralitas dalam bisnis adalah moral manajemen. Dalam
moral manajemen, nilai-nilai etika dan moalitas diletakan pada level standar
tertinggi dari segala bentuk perilaku dan aktivitas bisnisnya. Manajer yang
termasuk dalam tipe ini hanya menerima dan mematuhi aturan- aturan yang berlaku
namun juga terbisa meletakan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinanya.
2.3 Pengertian
Agama , Filosofi, Budaya dan Hukum
1. Agama
Agama adalah sumber
dari segala moral dalam etika apapun dengan kebenarannya yang absolut. Tiada
keraguan dan tidak boleh diragukan nilai-nilai etika yang bersumber dari agama.
Agama berkorelasi kuat dengan moral. Setiap agama mengandung ajaran moral atau
etika yang di jadikan pegangan bagi para penganutnya
2. Filosofi
Pandangan hidup seseorang atau
sekelompok orang. Arti Filosofi yaitu studi
mengenai kebijaksanaan, dasar dasar pengetahuan, dan proses yang digunakan
untuk mengembangkan dan merancang pandangan mengenai suatu kehidupan. Filosofi
memberi pandangan dan menyatakan secara tidak langsung mengenai sistem
kenyakinan dan kepercayaan.
3.
Budaya
Ciri khas utama yang paling menonjol
yaitu kekuluargaan dan hubungan kekerabatan yang erat. Definisi
budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya
terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adatistiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan
dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan
secara genetis.
4.
Hukum
Biasanya hukum dibuat setelah
pelanggaran – pelanggaran terjadi dalam komunitas. Arti hukum adalah
sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas rangkaian kekuasaan kelembagaan.
Dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam bidang politik, ekonomi dan
masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak, sebagai perantara utama dalam
hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku
dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum,
perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara
perwakilan mereka yang akan dipilih.
2.4 Ada
Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Etika Mencakup :
a.
Leadership
Kepemimpinan
(Leadership) adalah kemapuan individu
untuk mempengaruhi memotivasi, dan membuat orang lain mampu memberikan
kontribusinya demi efektifitas dan keberhasilan organisasi.
Ada tiga implikasi penting dari definisi
tersebut, antara lain: Pertama, kepemimpinan menyangkut orang lain – bawahan
atau pengikut. Kesediaan mereka untuk menerima pengarahan dari pemimpinan, para
anggota kelompok membantu menentukan status/kedudukan pemimpin dan membuat
proses kepemimpinan dapat berjalan. Tanpa bawahan, semua kualitas kepemimpinan
seorang manajer akan menjadi tidak relevan. Kedua, kepemimpinan menyangkut
suatu pembagian kekuasaan yang tidak seimbang di antara para pemimpin dan
anggota kelompok.
b.
Strategi
dan Performasi
Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk
kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat
perusahaannya mencapai tujuan perusahaan terutama dari sisi keuangan tanpa
harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika. Sebuah perusahaan
yang jelek akan memiliki kesulitan besar untuk menyelaraskan target yang ingin
dicapai perusahaannya dengan standar-standar etika.
c.
Karakter Individu
Merupakan suatu proses psikologi yang mempengaruhi individu
dalam memperoleh, mengkonsumsi serta menerima barang dan jasa serta pengalaman.
Karakteristik individu merupakan faktor internal (interpersonal) yang menggerakan
dan mempengaruhi perilaku individu.
d.
Budaya Organisasi
Menurut
Mangkunegara, (2005:113), budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau
sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang
dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah
adaptasi eksternal dan integrasi internal.
Budaya
organisasi juga berkaitan dengan bagaimana karyawanmemahami karakteristik budaya suatu organisasi, dan tidak
terkait dengan apakah karyawan menyukai karakteristik itu atau tidak. Budaya
organisasi adalah suatu sikap deskriptif, bukan seperti kepuasan kerjayang lebih bersifat evaluatif.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Blog List
Pages
About Me
- Unknown
Blog Archive
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog Design by
About Me
- Unknown
0 komentar:
Posting Komentar