Jumat, 09 Desember 2016
MODEL ETIKA DALAM BISNIS, SUMBER NILAI ETIKA DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETIKA MANAJERIAL
02.05 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Pengertian Etika Bisnis
Etika
umum adalah yang menyangkut hal-hal umum yang berlaku dalam kehidupan sehari –
hari. Sedangkan etika khusus adalah penerapan prinsip – prinsip dan norma -
norma dalam bidang – bidang tertentu. Salah satu contoh etika khusus ini adalah
etika bisnis,
Etika bisnis adalah penerapan etika
dalam dunia bisnis. Seperti etika terapan pada umumnya, bidang kajian etika
bisnis terkategori dalam : level makro, level mikro, level individu dan level
intenasional.
Model Etika Dalam Bisnis
Carrol
dan Buchollz (2005) dalam Rudito (2007 : 49) membagi tiga tingkatan manajemen
dilihat dari cara para pelaku bisnis dalam menerapkan etika dalam bisnisnya :
1. Immoral
Manajemen
Immoral manajemen merupakan tingkatan terendah
dari model manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis. Manajer
yang memiliki manajemen tipe ini pada umumnya sama sekali tidak mengindahkan
apa yang dimaksud dengan moralitas, baik dalam internal organisasinya maupun
bagaimana dia menjalankan aktivitas bisnisnya.
1.
Amoral
Manajemen
Tingkatan kedua dalam aplikasi etika dan
moralitas dalam manajemen adalah amoral manajemen. Berbeda dengan immoral
manajemen, manajer dengan tipe manajemen seperti ini sebenarnya bukan tidak
tahu sama sekali etika atau moralitas. Ada dua jenis lain manajemen tipe amoral
ini, yaitu Pertama, manajer yang tidak sengaja berbuat amoral (unintentional amoral manager).
1.
Moral
Manajemen
Tingkatan tertinggi dari penerapan nilai- nilai
etika atau moralitas dalam bisnis adalah moral manajemen. Dalam moral
manajemen, nilai-nilai etika dan moalitas diletakan pada level standar
tertinggi dari segala bentuk perilaku dan aktivitas bisnisnya. Manajer yang
termasuk dalam tipe ini hanya menerima dan mematuhi aturan- aturan yang berlaku
namun juga terbisa meletakan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinanya.
Pengertian Agama , Filosofi, Budaya
dan Hukum
1.
Agama
Agama adalah sumber dari segala moral dalam etika apapun dengan
kebenarannya yang absolut. Tiada keraguan dan tidak boleh diragukan nilai-nilai
etika yang bersumber dari agama. Agama berkorelasi kuat dengan moral. Setiap
agama mengandung ajaran moral atau etika yang di jadikan pegangan bagi para
penganutnya.
2.
Filosofi
Pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang.
Arti Filosofi yaitu studi mengenai kebijaksanaan, dasar dasar
pengetahuan, dan proses yang digunakan untuk mengembangkan dan merancang
pandangan mengenai suatu kehidupan. Filosofi memberi pandangan dan menyatakan
secara tidak langsung mengenai sistem kenyakinan dan kepercayaan.
1. 3. Budaya
Ciri khas utama yang paling menonjol yaitu
kekuluargaan dan hubungan kekerabatan yang erat. Definisi
budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
1. 4. Hukum
Biasanya
hukum dibuat setelah pelanggaran – pelanggaran terjadi dalam komunitas.
Arti hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas
rangkaian kekuasaan kelembagaan. Dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam
bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak,
sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku
dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum,
perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara
perwakilan mereka yang akan dipilih.
1.
Contoh
Kasus Leadership Dalam Etika Bisnis
Chairul Tanjung menyatakan bahwa dalam membangun
bisnis, mengembangkan jaringan adalah hal yang penting. Selain itu memiliki
rekanan yang baik sangat diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada
perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun.
Baginya, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya
bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus maka jejaring
bisa diandalkan.
Dalam hal investasi, Chairul Tanjung memiliki
idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan yang bisa
bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri
untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri.
Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan
mengembangkan bisnis. Namun kemauan dan kerja keras, merupakan hal paling pokok
yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses. Baginya mendapatkan mitra
kerja yang handal adalah segalanya. Dimana membangun kepercayaan sama halnya
dengan membangun integritas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
MODEL ETIKA DALAM BISNIS, SUMBER NILAI ETIKA DAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ETIKA MANAJERIAL
Pengertian Etika Bisnis
Etika
umum adalah yang menyangkut hal-hal umum yang berlaku dalam kehidupan sehari –
hari. Sedangkan etika khusus adalah penerapan prinsip – prinsip dan norma -
norma dalam bidang – bidang tertentu. Salah satu contoh etika khusus ini adalah
etika bisnis,
Etika bisnis adalah penerapan etika
dalam dunia bisnis. Seperti etika terapan pada umumnya, bidang kajian etika
bisnis terkategori dalam : level makro, level mikro, level individu dan level
intenasional.
Model Etika Dalam Bisnis
Carrol
dan Buchollz (2005) dalam Rudito (2007 : 49) membagi tiga tingkatan manajemen
dilihat dari cara para pelaku bisnis dalam menerapkan etika dalam bisnisnya :
1. Immoral
Manajemen
Immoral manajemen merupakan tingkatan terendah
dari model manajemen dalam menerapkan prinsip-prinsip etika bisnis. Manajer
yang memiliki manajemen tipe ini pada umumnya sama sekali tidak mengindahkan
apa yang dimaksud dengan moralitas, baik dalam internal organisasinya maupun
bagaimana dia menjalankan aktivitas bisnisnya.
1.
Amoral
Manajemen
Tingkatan kedua dalam aplikasi etika dan
moralitas dalam manajemen adalah amoral manajemen. Berbeda dengan immoral
manajemen, manajer dengan tipe manajemen seperti ini sebenarnya bukan tidak
tahu sama sekali etika atau moralitas. Ada dua jenis lain manajemen tipe amoral
ini, yaitu Pertama, manajer yang tidak sengaja berbuat amoral (unintentional amoral manager).
1.
Moral
Manajemen
Tingkatan tertinggi dari penerapan nilai- nilai
etika atau moralitas dalam bisnis adalah moral manajemen. Dalam moral
manajemen, nilai-nilai etika dan moalitas diletakan pada level standar
tertinggi dari segala bentuk perilaku dan aktivitas bisnisnya. Manajer yang
termasuk dalam tipe ini hanya menerima dan mematuhi aturan- aturan yang berlaku
namun juga terbisa meletakan prinsip-prinsip etika dalam kepemimpinanya.
Pengertian Agama , Filosofi, Budaya
dan Hukum
1.
Agama
Agama adalah sumber dari segala moral dalam etika apapun dengan
kebenarannya yang absolut. Tiada keraguan dan tidak boleh diragukan nilai-nilai
etika yang bersumber dari agama. Agama berkorelasi kuat dengan moral. Setiap
agama mengandung ajaran moral atau etika yang di jadikan pegangan bagi para
penganutnya.
2.
Filosofi
Pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang.
Arti Filosofi yaitu studi mengenai kebijaksanaan, dasar dasar
pengetahuan, dan proses yang digunakan untuk mengembangkan dan merancang
pandangan mengenai suatu kehidupan. Filosofi memberi pandangan dan menyatakan
secara tidak langsung mengenai sistem kenyakinan dan kepercayaan.
1. 3. Budaya
Ciri khas utama yang paling menonjol yaitu
kekuluargaan dan hubungan kekerabatan yang erat. Definisi
budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh
sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi.
1. 4. Hukum
Biasanya
hukum dibuat setelah pelanggaran – pelanggaran terjadi dalam komunitas.
Arti hukum adalah sistem yang terpenting dalam pelaksanaan atas
rangkaian kekuasaan kelembagaan. Dari bentuk penyalahgunaan kekuasaan dalam
bidang politik, ekonomi dan masyarakat dalam berbagai cara dan bertindak,
sebagai perantara utama dalam hubungan sosial antar masyarakat terhadap kriminalisasi dalam hukum pidana, hukum pidana yang berupayakan cara negara dapat menuntut pelaku
dalam konstitusi hukum menyediakan kerangka kerja bagi penciptaan hukum,
perlindungan hak asasi manusia dan memperluas kekuasaan politik serta cara
perwakilan mereka yang akan dipilih.
1.
Contoh
Kasus Leadership Dalam Etika Bisnis
Chairul Tanjung menyatakan bahwa dalam membangun
bisnis, mengembangkan jaringan adalah hal yang penting. Selain itu memiliki
rekanan yang baik sangat diperlukan. Membangun relasi pun bukan hanya kepada
perusahaan yang sudah ternama, tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun.
Baginya, pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya
bisnis yang dikerjakan. Ketika bisnis pada kondisi tidak bagus maka jejaring
bisa diandalkan.
Dalam hal investasi, Chairul Tanjung memiliki
idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa menjadi perusahaan yang bisa
bersinergi dengan perusahaan-perusahaan multinasional. Ia tidak menutup diri
untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri.
Menurutnya modal memang penting dalam membangun dan
mengembangkan bisnis. Namun kemauan dan kerja keras, merupakan hal paling pokok
yang harus dimiliki seseorang yang ingin sukses. Baginya mendapatkan mitra
kerja yang handal adalah segalanya. Dimana membangun kepercayaan sama halnya
dengan membangun integritas.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar