Sabtu, 07 Januari 2017
Pengertian Unsur Etika, Indikator dan Prinsip Etika
20.43 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
Apa Itu Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yg berarti :
kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
*Menurut Kamus Bahasa Indonesia
(Poerwadarminta) etika adalah “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak
(moral)”
* Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR "etika atau etik sebagai pandangan
manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. "
*Menurut Magnis Suseno, "Etika
adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang
bagaimana kita harus hidup adalah moralitas".
Unsur-unsur pokok dalam Etika
meliputi:
a. Kebebasan
Merupakan unsur penting
dalam norma moral. Kebebasan memberikan pilihan bagi manusia untuk bersikap dan berperilaku.
Hal ini sangat esensial mengingat norma moral itu adalah yang otonom. Jadi
selalu ada pilihan(alternative) bagi manusia untuk bersikap dan
berperilaku berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya. Adapun kebebasan manusia
itu dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu:
- Kebebasan sosiala dalah kebebasan yang diterima dari orang lain (sesama manusia), yang berarti bersifat heteronom.
- Kebebasan eksistensial adalah kemampuan manusia untuk menentukan sikap dan perilaku dirinya sendiri yang berarti bersifat otonom.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dapat diartikan sebagai kesediaan dasariah untuk
melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya. Kewajiban merupakan beban yang
harus dilaksanakan.Setiap bentuk tanggng jawab senantiasa menuntut
pertanggung jawaban apabila perbuatan itu sudah selesai
dilakukan.Pertanggung jawaban ini adalah suatu tindakan member penjelasan yang
dapat dibenarkan baik secara moral maupun secara hukum.Hal inilah yang disebut
dengan akuntabilitas.
Hati Nurani
- Suara hati sering kali disebut dengan hati nurani. Kata synteresis lebih tepat diartikan sebagai hati nurani, yaitu pengetahuan intuitif tentang prinsip-prinsip moral.
- Menurut Aquinas, hati nurani berasal langsung dari Tuhan dan oleh karena itu tidak mungkin keliru. Apabila manusia menghadapi situasi konkret yang mengharuskannya memilih sikap-sikap moral tertentu, maka yang hadir pada saat itua dalah suara hati.
-
Pengertian Etika BisnisEtika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:1. Pengendalian diri2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi4. Menciptakan persaingan yang sehat5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)7. Mampu menyatakan yang benar itu benar8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undanganAda 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu1. SistematikMasalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.2. KorporasiPermasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.3. IndividuPermasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.Contoh kasus etika bisnis:1. Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.http://new-funday.blogspot.co.id/2013/12/materi-etika-bisnis-terlengkap.html
Memberikan Contoh Tentang Perilaku Bisnis Yang Melanggar Etika
20.25 | Diposting oleh
Unknown |
Edit Entri
1. KORUPSI
Korupsi
sebagai tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna
mengeruk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum dan negara. Perilaku
pejabat publik, baik politikus maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar
dan tidak legal memperkaya didi atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan
menggunakan kekuasaan yang dipercayakan kepadanya.
A. Sebab-Sebab
Korupsi
1.
Gaji yang rendah
2.
Kurang sempurnanya peraturan
perundang-undangan
3.
Administrasi yang lamban dan
sebagainya.
B. Faktor Yang
memicu Korupsi (BPKP) :
1.
Aspek Individu Pelaku
- Sifat Tamak Manusia
- Moral yang kuat
- Penghasilan yang kurang mencukupi
- Kebutuhan hidup yang mendesak
- Gaya hidup yang konsumtif
- Malas dan tidak mau bekerja
- Ajaran Agama yang kurang di terapkan.
- Aspek Organisasi
- Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan
- Tidak adanya kultur organisasi yang benar
- Sistem akuntabilitas yang benar kurang memadai
- Sistem pengendalian manajemen lemah
- Aspek Tempat Individu dan Organisasi Berada
- Nilai-nilai di komunitas kondusif untuk terjadinya korupsi
- Komunitas kurang menyadari bahwa korupsi bisa di berantas bila komunitas ikut aktif
- Aspek perundang-undangan yang kurang kuat
C. Akibat Korupsi
- Tata Ekonomi
- Tata Social Budaya
- Tata Politik
- Tata Administrasi
D. Cara
Mengatasi Korupsi
- Preventif
Preventif,
merupakan suatu pengendalian sosial yang dilakukan untuk mencegah kejadian yang
belum terjadi. Atau merupakan suatu usaha yang dilakukan sebelum terjadinya
suatu pelanggaran. Dalam preventif masyarakat atau seseorang diarahkan,
dibujuk, atau diingatkan supaya jangan melakukan pelanggaran yang telah disebutkanRepresif
·
Represif
Represif, merupakan suatu
pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadinya suatu pelanggaran. Atau,
merupakan usaha-usaha yang dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Dalam
represif seseorang yang telah melanggar perbuatan akan dihukum ataupun
ditangkap oleh polisi dan dijebloskan dalam penjara.
- PEMALSUAN
Tindak pidana kejahatan yang membuat seolah-olah
sebuah hal terlihat benar adanya.
A.
Pemalsuan melanggar dua norma dasar :
- Kebenaran
- Ketertiban Masyarakat
B.
Bentuk Pemalsuan
- Sumpah Palsu
Melakukan hal yang melanggar sumpah
dengan sengaja merupakan bentuk pidana. Diatur dalam pasal 242 KUHP
- Pemalsuan Uang
Diatur dalam pasal 244 KUHP. Dan dibagi menjadi dua bentuk :
- Membikin Secara Meniru
- Memalsukan
- Pemalsuan Materai
Pemalsuan materai merugikan
pemerintah karena pembelian materai adalah semacam pajak dan pemalsuan materai
berakibat berkurangnya pajak ke kas Negara. Diatur dalam pasal 253 KUHP.
- PEMBAJAKAN
Pembajakan
merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai macam
aktifitas ilegal atau pemalsuan yang berkaitan dengan dunia bisnis.
A. Alasan Seseorang Melakukan Pembajakan
- Harga dapat dijual jauh lebih murah di bandingkan aslinya
- Dampak penyebaran dan perkembangan teknologi yang sangat pesat di dunia
- Resiko bisnis sangat rendah karena menjanjikan biaya produksi dan overhead yang sangat murah
- Memiliki pasar potensial yang sangat besar
B. Beberapa Bentuk Strategi Anti Pembajakan
- Warning Strategy
Perusahaan
pemegang merek asli memberikan peringatan secara aktif kepada para
konsumennya terhadap produk perusahaan tersebut yang dipalsukan.
- Withdrawal Strategy
Langganan:
Komentar (Atom)
Pengertian Unsur Etika, Indikator dan Prinsip Etika
0Apa Itu Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yg berarti :
kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir.
*Menurut Kamus Bahasa Indonesia
(Poerwadarminta) etika adalah “ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak
(moral)”
* Menurut Drs. O.P. SIMORANGKIR "etika atau etik sebagai pandangan
manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. "
*Menurut Magnis Suseno, "Etika
adalah sebuah ilmu dan bukan sebuah ajaran.Yang memberi kita norma tentang
bagaimana kita harus hidup adalah moralitas".
Unsur-unsur pokok dalam Etika
meliputi:
a. Kebebasan
Merupakan unsur penting
dalam norma moral. Kebebasan memberikan pilihan bagi manusia untuk bersikap dan berperilaku.
Hal ini sangat esensial mengingat norma moral itu adalah yang otonom. Jadi
selalu ada pilihan(alternative) bagi manusia untuk bersikap dan
berperilaku berdasarkan nilai-nilai yang diyakininya. Adapun kebebasan manusia
itu dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu:
- Kebebasan sosiala dalah kebebasan yang diterima dari orang lain (sesama manusia), yang berarti bersifat heteronom.
- Kebebasan eksistensial adalah kemampuan manusia untuk menentukan sikap dan perilaku dirinya sendiri yang berarti bersifat otonom.
b. Tanggung Jawab
Tanggung jawab dapat diartikan sebagai kesediaan dasariah untuk
melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya. Kewajiban merupakan beban yang
harus dilaksanakan.Setiap bentuk tanggng jawab senantiasa menuntut
pertanggung jawaban apabila perbuatan itu sudah selesai
dilakukan.Pertanggung jawaban ini adalah suatu tindakan member penjelasan yang
dapat dibenarkan baik secara moral maupun secara hukum.Hal inilah yang disebut
dengan akuntabilitas.
Hati Nurani
- Suara hati sering kali disebut dengan hati nurani. Kata synteresis lebih tepat diartikan sebagai hati nurani, yaitu pengetahuan intuitif tentang prinsip-prinsip moral.
- Menurut Aquinas, hati nurani berasal langsung dari Tuhan dan oleh karena itu tidak mungkin keliru. Apabila manusia menghadapi situasi konkret yang mengharuskannya memilih sikap-sikap moral tertentu, maka yang hadir pada saat itua dalah suara hati.
-
Pengertian Etika BisnisEtika bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis (Velasquez, 2005).Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah:1. Pengendalian diri2. Pengembangan tanggung jawab social (social responsibility)3. Mempertahankan jati diri dan tidak mudah untuk terombang-ambing oleh pesatnya perkembangan informasi dan teknologi4. Menciptakan persaingan yang sehat5. Menerapkan konsep “pembangunan berkelanjutan”6. Menghindari sifat 5K (Katabelece, Kongkalikong, Koneksi, Kolusi, dan Komisi)7. Mampu menyatakan yang benar itu benar8. Menumbuhkan sikap saling percaya antara golongan pengusaha kuat dan golongan pengusaha ke bawah9. Konsekuen dan konsisten dengan aturan main yang telah disepakati bersama10. Menumbuhkembangkan kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah disepakati11. Perlu adanya sebagian etika bisnis yang dituangkan dalam suatu hokum positif yang berupa peraturan perundang-undanganAda 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu1. SistematikMasalah-masalah sistematik dalam etika bisnis pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sistem sosial lainnya dimana bisnis beroperasi.2. KorporasiPermasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individual sebagai keseluruhan.3. IndividuPermasalahan individual dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.Contoh kasus etika bisnis:1. Sebuah perusahaan pengembang di Lampung membuat kesepakatan dengan sebuah perusahaan perusahaan kontraktor untuk membangun sebuah pabrik. Sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati pihak pengembang memberikan spesifikasi bangunan kepada pihak perusahaan kontraktor tersebut. Dalam pelaksanaannya, perusahaan kontraktor menyesuaikan spesifikasi bangunan pabrik yang telah dijanjikan. Sehingga bangunan pabrik tersebut tahan lama dan tidak mengalami kerusakan. Dalam kasus ini pihak perusahaan kontraktor telah mematuhi prinsip kejujuran karena telah memenuhi spesifikasi bangunan yang telah mereka musyawarahkan bersama pihak pengembang.http://new-funday.blogspot.co.id/2013/12/materi-etika-bisnis-terlengkap.html
Memberikan Contoh Tentang Perilaku Bisnis Yang Melanggar Etika
0
1. KORUPSI
Korupsi
sebagai tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna
mengeruk keuntungan pribadi, merugikan kepentingan umum dan negara. Perilaku
pejabat publik, baik politikus maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar
dan tidak legal memperkaya didi atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan
menggunakan kekuasaan yang dipercayakan kepadanya.
A. Sebab-Sebab
Korupsi
1.
Gaji yang rendah
2.
Kurang sempurnanya peraturan
perundang-undangan
3.
Administrasi yang lamban dan
sebagainya.
B. Faktor Yang
memicu Korupsi (BPKP) :
1.
Aspek Individu Pelaku
- Sifat Tamak Manusia
- Moral yang kuat
- Penghasilan yang kurang mencukupi
- Kebutuhan hidup yang mendesak
- Gaya hidup yang konsumtif
- Malas dan tidak mau bekerja
- Ajaran Agama yang kurang di terapkan.
- Aspek Organisasi
- Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan
- Tidak adanya kultur organisasi yang benar
- Sistem akuntabilitas yang benar kurang memadai
- Sistem pengendalian manajemen lemah
- Aspek Tempat Individu dan Organisasi Berada
- Nilai-nilai di komunitas kondusif untuk terjadinya korupsi
- Komunitas kurang menyadari bahwa korupsi bisa di berantas bila komunitas ikut aktif
- Aspek perundang-undangan yang kurang kuat
C. Akibat Korupsi
- Tata Ekonomi
- Tata Social Budaya
- Tata Politik
- Tata Administrasi
D. Cara
Mengatasi Korupsi
- Preventif
Preventif,
merupakan suatu pengendalian sosial yang dilakukan untuk mencegah kejadian yang
belum terjadi. Atau merupakan suatu usaha yang dilakukan sebelum terjadinya
suatu pelanggaran. Dalam preventif masyarakat atau seseorang diarahkan,
dibujuk, atau diingatkan supaya jangan melakukan pelanggaran yang telah disebutkanRepresif
·
Represif
Represif, merupakan suatu
pengendalian sosial yang dilakukan setelah terjadinya suatu pelanggaran. Atau,
merupakan usaha-usaha yang dilakukan setelah pelanggaran terjadi. Dalam
represif seseorang yang telah melanggar perbuatan akan dihukum ataupun
ditangkap oleh polisi dan dijebloskan dalam penjara.
- PEMALSUAN
Tindak pidana kejahatan yang membuat seolah-olah
sebuah hal terlihat benar adanya.
A.
Pemalsuan melanggar dua norma dasar :
- Kebenaran
- Ketertiban Masyarakat
B.
Bentuk Pemalsuan
- Sumpah Palsu
Melakukan hal yang melanggar sumpah
dengan sengaja merupakan bentuk pidana. Diatur dalam pasal 242 KUHP
- Pemalsuan Uang
Diatur dalam pasal 244 KUHP. Dan dibagi menjadi dua bentuk :
- Membikin Secara Meniru
- Memalsukan
- Pemalsuan Materai
Pemalsuan materai merugikan
pemerintah karena pembelian materai adalah semacam pajak dan pemalsuan materai
berakibat berkurangnya pajak ke kas Negara. Diatur dalam pasal 253 KUHP.
- PEMBAJAKAN
Pembajakan
merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan berbagai macam
aktifitas ilegal atau pemalsuan yang berkaitan dengan dunia bisnis.
A. Alasan Seseorang Melakukan Pembajakan
- Harga dapat dijual jauh lebih murah di bandingkan aslinya
- Dampak penyebaran dan perkembangan teknologi yang sangat pesat di dunia
- Resiko bisnis sangat rendah karena menjanjikan biaya produksi dan overhead yang sangat murah
- Memiliki pasar potensial yang sangat besar
B. Beberapa Bentuk Strategi Anti Pembajakan
- Warning Strategy
Perusahaan
pemegang merek asli memberikan peringatan secara aktif kepada para
konsumennya terhadap produk perusahaan tersebut yang dipalsukan.
- Withdrawal Strategy
Langganan:
Komentar (Atom)
Blog List
Pages
About Me
- Unknown
Diberdayakan oleh Blogger.
Blog Design by
About Me
- Unknown